Anak melihat kucing di dalam kandang di kios Pasar Hewan Barito, Jakarta, Ahad (3/7/2025). Sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal World Journal of Pediatrics menemukan bahwa memelihara kucing di rumah ternyata memiliki kaitan dengan peningkatan kecemasan dan masalah perilaku buah hati.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Apakah ada kucing dan balita di rumahmu? Sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal World Journal of Pediatrics menemukan bahwa memelihara kucing di rumah ternyata memiliki kaitan dengan peningkatan kecemasan dan masalah perilaku buah hati.
Para peneliti memantau hampir 1.900 keluarga yang mengikuti project INMA, sebuah studi kohort ibu dan anak di Spanyol. Peneliti menemukan adanya kaitan antara kepemilikan kucing ketika anak berusia 4-5 tahun dengan masalah kesehatan mental yang teridentifikasi ketika anak berusia sekitar 7-8 tahun.
Menurut peneliti, anak cenderung lebih sering bertingkah laku negatif, melanggar aturan, atau mengalami masalah perilaku lainnya. Studi tersebut juga meneliti anjing, burung, hewan pengerat, ikan, dan reptil, namun tidak ada satu pun yang menunjukkan pola serupa.
Lantas apa kaitannya dengan kucing? Menurut studi ini, anak-anak yang memelihara kucing pada usia 4 hingga 5 tahun memiliki kemungkinan sekitar 37 persen lebih tinggi untuk menunjukkan masalah yang bersifat internalisasi, seperti rasa cemas, kesedihan, dan sikap menarik diri secara emosional. Mereka juga memiliki kemungkinan sekitar 27 persen lebih tinggi untuk menunjukkan masalah eksternalisasi seperti perilaku agresif atau kesulitan mengendalikan impuls.
Peneliti mengemukakan sejumlah kemungkinan alasan, meski belum menetapkan penyebab pasti. Salah satu kemungkinan adalah karakteristik kucing sebagai hewan peliharaan. Dibandingkan anjing, kucing cenderung membutuhkan lebih sedikit perawatan dan interaksi.
"Kondisi tersebut secara teoritis dapat membuat anak mendapatkan lebih sedikit kesempatan untuk melakukan aktivitas di luar rumah, bermain secara aktif, serta memperoleh interaksi sosial yang penting bagi perkembangan mereka," kata peneliti studi Lucia Gonzalez dilansir laman The Hill, Rabu (16/9/2026).
Kemungkinan lainnya justru berkaitan dengan kondisi keluarga sebelum kucing dipelihara. Selain itu, keluarga yang sudah memiliki anak dengan masalah perilaku dan emosional juga mungkin lebih memilih kucing karena relatif lebih mudah dirawat dibandingkan hewan peliharaan tertentu lainnya.

1 hour ago
3
















































