Menhaj: Produk ikan Baubau bisa untuk konsumsi jamaah haji di Arab.
REPUBLIKA.CO.ID, BAUBAU, – Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Republik Indonesia Mochamad Irfan Yusuf menilai produk perikanan dari Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), memiliki kualitas yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jamaah haji Indonesia di Arab Saudi. Penilaian ini disampaikan langsung oleh Menhaj saat meninjau proses pengolahan ikan di PT Buton Indo Tuna, Kota Baubau, Sabtu.
"Secara produk saya kira sangat memungkinkan. Yang perlu dibahas sekarang adalah aspek teknis seperti pengiriman, packaging, serta aturan yang berlaku di Arab Saudi. Kita harus memastikan kemampuan kita memenuhi seluruh persyaratan tersebut," kata Mochamad Irfan Yusuf.
Irfan Yusuf menjelaskan bahwa peninjauan langsung terhadap tahapan produksi, mulai dari penerimaan bahan baku hingga proses pengemasan, dilakukan untuk menjajaki peluang masuknya komoditas lokal ke dalam rantai pasok ekonomi haji. Langkah ini sejalan dengan harapan Presiden RI Prabowo Subianto agar penyelenggaraan ibadah haji tidak hanya berorientasi pada pelayanan, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian nasional melalui pemanfaatan produk unggulan daerah.
"Ada satu harapan yang kami bawa dari Presiden Prabowo, yaitu agar ekosistem haji bisa memberikan kemanfaatan bagi masyarakat Indonesia. Karena itu kami berpikir bagaimana bahan makanan yang dikonsumsi jemaah haji dapat dipasok dari Indonesia," ujarnya.
Potensi Sultra sebagai Pemasok Utama
Menhaj menambahkan bahwa Sultra memiliki keunggulan komparatif yang besar di sektor kelautan, sehingga berpeluang menjadi salah satu daerah pemasok utama produk laut. Sementara itu, daerah lain di Indonesia nantinya diarahkan untuk berkontribusi melalui komoditas unggulan masing-masing, seperti hasil pertanian dan produk pangan lainnya.
Sebagai tindak lanjut dari rencana tersebut, Kementerian Haji dan Umrah menugaskan Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji untuk melakukan pembahasan serta kajian teknis lebih lanjut bersama para pemangku kepentingan.
"Kajian tersebut diharapkan dapat menghasilkan skema kerja sama konkret yang mampu membuka akses pasar internasional baru bagi produk perikanan Sultra, sekaligus memperkuat sistem logistik jemaah haji Indonesia di Tanah Suci," tambahnya.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

1 day ago
17












































