Menkeu: Investor Global Tetap Percaya Fundamental Ekonomi Indonesia

14 hours ago 12

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dalam International Seminar on Debottlenecking Channel: Resolving Bottleneck, Accelerating Investment di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (12/5/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah menyebut minat investor global terhadap surat utang Indonesia masih tetap tinggi di tengah gejolak ekonomi dan pasar keuangan dunia. Kondisi tersebut dinilai menjadi sinyal kuat bahwa pelaku pasar internasional masih percaya terhadap fundamental ekonomi Indonesia.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan hal itu dalam Jogja Financial Festival (JFF) 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, Jumat (22/5/2026).

Menurut Purbaya, penerbitan global bond Indonesia tetap memperoleh respons positif dari investor meski kondisi pasar global sedang bergejolak akibat tingginya ketidakpastian ekonomi dan geopolitik.

Global bond kita tetap diminati karena investor melihat fondasi ekonomi Indonesia kuat dan kredibel,” ujar Menteri Keuangan.

Ia mengatakan fundamental ekonomi nasional masih terjaga dengan baik. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 tercatat mencapai 5,61 persen yang ditopang konsumsi rumah tangga, investasi, serta akselerasi belanja pemerintah.

“Sekarang mesin ekonomi kita sudah mulai bergerak dua-duanya, mesin pemerintah dan mesin sektor swasta. Dan ini akan kita jalankan terus ke depan,” katanya.

Pemerintah juga memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap dikelola secara hati-hati dan efektif untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga kesehatan fiskal.

Hingga April 2026, defisit APBN tercatat tetap terkendali di level 0,64 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

“Defisit tidak bertambah, tetapi pertumbuhan ekonomi kita lebih cepat dari desain. Jadi kita bisa mengelola anggaran lebih efisien dan memastikan sektor swasta lebih hidup lagi,” ujar Purbaya.

Read Entire Article
Politics | | | |