REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Muhammadiyah terus meneguhkan komitmennya dalam pelayanan kesehatan anak. Ternyar, Persyarikatan melalui Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyelenggarakan program MENTARI Clubfoot.
Ini berfokus pada pendampingan anak dengan kaki pengkor atau clubfoot (congenital talipes equinovarus). Sekretaris MPKU Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dr. Ekorini Listiowati mengatakan, program tersebut hadir sebagai ikhtiar kemanusiaan. Dengan begitu, setiap anak memperoleh hak atas layanan kesehatan yang bermutu, terjangkau, dan berkelanjutan.
Ia menjelaskan, MENTARI Clubfoot tidak sekadar layanan medis, melainkan juga gerakan dakwah kemanusiaan yang berbasis kesehatan.
“Program MENTARI Clubfoot adalah wujud nyata keberpihakan Muhammadiyah pada anak-anak dengan kebutuhan khusus. Kami ingin memastikan mereka mendapatkan penanganan sejak dini, tanpa stigma, dan dengan pendampingan yang berkesinambungan,” ujar Ekorini, dikutip dari keterangan tertulis pada Senin (19/1/2026).
Hingga tahun 2025, sebanyak 161 anak di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur telah mendapatkan akses layanan melalui program MENTARI Clubfoot. Penanganan dilakukan melalui tujuh rumah sakit mitra dan lima rumah sakit jejaring Muhammadiyah–‘Aisyiyah yang berfungsi sebagai pusat layanan kaki pengkor di daerah.
Keberadaan jejaring rumah sakit ini memungkinkan pelayanan yang lebih dekat dengan keluarga pasien. Selain itu, ketersediaannya memperkuat sistem rujukan dan keberlanjutan terapi.
Menurut dr. Ekorini, peran dokter spesialis ortopedi di rumah sakit Muhammadiyah–‘Aisyiyah menjadi kunci keberhasilan MENTARI Clubfoot. Para dokter berperan dalam deteksi dan diagnosis dini, pelaksanaan terapi metode Ponseti yang bersifat non-bedah, hingga pemantauan jangka panjang untuk memastikan hasil koreksi tetap optimal.
“Dengan kompetensi klinis yang kuat dan pendampingan yang konsisten, anak-anak dengan kaki pengkor memiliki peluang besar untuk pulih dan menjalani kehidupan yang aktif serta produktif,” kata dia.
Selain layanan klinis, MENTARI Clubfoot juga menaruh perhatian serius pada upaya pencegahan dan edukasi publik. Sepanjang Juli 2024 hingga Desember 2025, program ini telah menyelenggarakan 72 kegiatan community awareness serta 27 workshop deteksi dini dan rujukan. Ini menjangkau lebih dari dua ribu peserta dari berbagai kalangan, mulai dari tenaga kesehatan, kader, hingga masyarakat umum.
Edukasi ini menegaskan bahwa kaki pengkor bukan kondisi yang perlu ditakuti atau distigmatisasi, melainkan dapat ditangani secara efektif apabila dikenali dan dirujuk sejak dini.
Program MENTARI Clubfoot didukung oleh kolaborasi lintas layanan antara MPKU Muhammadiyah, rumah sakit Muhammadiyah–‘Aisyiyah, serta para dokter spesialis ortopedi di rumah sakit mitra dan jejaring. Keterlibatan aktif seluruh unsur tersebut menjadi fondasi utama keberlanjutan layanan MENTARI Clubfoot di berbagai daerah.
Melalui sinergi pelayanan medis, penguatan komunitas, dan edukasi masyarakat, MENTARI Clubfoot terus menghadirkan harapan baru. Inisiatif ini menjadi bukti bahwa Muhammadiyah tidak hanya membangun layanan kesehatan, tetapi juga membangun masa depan anak-anak Indonesia—satu langkah seimbang, pada satu waktu.

1 day ago
7




































