REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Nabi Muhammad SAW mengingatkan umatnya akan bahaya syirik kecil yang kerap luput disadari. Dalam sejumlah hadits yang diriwayatkan para sahabat dan dijelaskan ulama, Rasulullah SAW menegaskan bahwa amal yang tercampuri syirik kecil tidak bernilai di sisi Allah SWT karena kehilangan keikhlasan sebagai ruh ibadah.
Abu Laits As-Samarqandi dalam kitab Tanbihul Ghafilin menerangkan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sesuatu yang paling aku khawatirkan atas kamu adalah syirik kecil.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah syirik kecil itu?” Rasulullah SAW bersabda, “Riya.”
Nabi Muhammad SAW melanjutkan sabdanya, "Allah Ta'ala akan berfirman kepada mereka (yang riya) pada hari dibalasnya para hamba atas amal-amal perbuatan mereka: Pergilah kamu kepada orang-orang yang kamu pameri sewaktu di dunia, maka lihatlah apakah kamu dapat memperoleh suatu kebaikan dari mereka.”
Mereka yang melakukan riya atau syiri kecil dikatakan seperti itu karena amal mereka sewaktu di dunia itu adalah hanya tipuan. Mereka pura-pura beramal untuk akhirat. Sebagaimana dijelaskan Allah SWT dalam firman-Nya.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
اِنَّ الْمُنٰفِقِيْنَ يُخٰدِعُوْنَ اللّٰهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْۚ وَاِذَا قَامُوْٓا اِلَى الصَّلٰوةِ قَامُوْا كُسَالٰىۙ يُرَاۤءُوْنَ النَّاسَ وَلَا يَذْكُرُوْنَ اللّٰهَ اِلَّا قَلِيْلًاۖ
Innal-munāfiqīna yukhādi‘ūnallāha wa huwa khādi‘uhum, wa iżā qāmū ilaṣ-ṣalāti qāmū kusālā, yurā'ūnan-nāsa wa lā yażkurūnallāha illā qalīlā(n).
Sesungguhnya orang-orang munafik itu hendak menipu Allah, tetapi Allah membalas tipuan mereka (dengan membiarkan mereka larut dalam kesesatan dan penipuan mereka). Apabila berdiri untuk shalat, mereka melakukannya dengan malas dan bermaksud riya di hadapan manusia. Mereka pun tidak mengingat Allah, kecuali sedikit sekali. (QS An-Nisa Ayat 142)
Maksudnya, Allah akan membalas mereka dengan balasan tipuan, maka hilanglah pahala amal mereka dan dikatakan kepada mereka, "Pergilah kamu kepada orang-orang yang kamu beramal karena mereka, karena sesungguhnya amal-amalmu tidak ada pahala sama sekali di sisi-Ku.”
Hal itu disebabkan karena amal-amal mereka tidak ikhlas karena Allah Ta'ala. Seseorang akan memperoleh pahala apabila amalnya itu ikhlas hanya karena Allah semata-mata. Apabila seseorang beramal karena yang lain, maka di situ berarti ada penyekutuan terhadap Allah, oleh karenanya Allah terlepas daripadanya.

13 hours ago
7















































