Optimisme Tomy Winata Diyakini Jadi Sinyal Positif bagi Iklim Investasi Indonesia

1 hour ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih membayangi berbagai negara, optimisme terhadap prospek ekonomi nasional dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan dunia usaha dan investor. Pandangan tersebut mengemuka setelah Pendiri Artha Graha Peduli, Tomy Winata, menyampaikan keyakinannya terhadap masa depan Indonesia saat menghadiri peluncuran rangkaian perayaan HUT ke-36 Discovery Kartika Plaza Hotel Bali belum lama ini.

Dalam kesempatan tersebut, Tomy menegaskan bahwa Indonesia tetap memiliki daya tarik yang kuat di mata investor global. Menurutnya, posisi strategis Indonesia serta peran pentingnya dalam perekonomian dunia menjadi modal besar untuk terus menarik investasi.

Peneliti Senior Populi Center, Yugolastarob Komeini, menilai optimisme yang disampaikan Tomy didasarkan pada sejumlah faktor fundamental yang masih menjadi kekuatan utama Indonesia. Ia menyebut Indonesia tetap menjadi salah satu destinasi investasi yang menjanjikan karena didukung oleh pasar domestik yang luas, kekayaan sumber daya alam, serta iklim usaha yang terus mengalami perbaikan.

Dengan jumlah penduduk lebih dari 270 juta jiwa, lanjut Yugolastarob, Indonesia memiliki basis konsumsi yang kuat. Kondisi tersebut menjadikan ekonomi nasional relatif lebih tahan terhadap gejolak eksternal dibandingkan banyak negara lain yang sangat bergantung pada ekspor.

"Selain kekuatan pasar domestik, Indonesia juga memiliki berbagai komoditas unggulan yang menjadi perhatian investor global, seperti nikel, batu bara, kelapa sawit, karet, dan timah. Program hilirisasi yang terus didorong pemerintah diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah industri dalam negeri sekaligus membuka peluang investasi baru di berbagai sektor strategis," kata dia, Selasa (23/6/2026).

Yugolastarob juga menyoroti langkah pemerintah dalam memperbaiki iklim investasi melalui berbagai reformasi regulasi. Penerapan Undang-Undang Cipta Kerja dan sistem Online Single Submission (OSS), misalnya, dinilai memberikan kemudahan bagi pelaku usaha dalam mengurus perizinan dan menjalankan kegiatan bisnis di Indonesia.

Menurut Yugolastarob, pesan tersebut menunjukkan bahwa optimisme harus berjalan beriringan dengan perencanaan yang matang dan manajemen risiko yang baik. Dengan pendekatan tersebut, pertumbuhan usaha dapat berlangsung secara sehat dan berkelanjutan.

Ia menambahkan, Indonesia memang masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari penguatan sektor manufaktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia, efisiensi logistik, hingga percepatan pengembangan ekonomi hijau. Namun, berbagai tantangan tersebut tidak mengurangi besarnya peluang Indonesia untuk menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi dunia di masa mendatang.

“Semangat dan optimisme seperti inilah yang perlu terus dijaga bersama. Di tengah kondisi global yang belum stabil, pernyataan Pak Tomy memberikan inspirasi dan kepercayaan diri, tidak hanya bagi masyarakat, tetapi juga bagi para pelaku usaha dan investor,” kata Yugolastarob.

Sebelumnya, Tomy Winata mengajak seluruh pihak untuk berdiri dengan sikap optimistis dalam menggerakkan roda ekonomi. “Indonesia itu tetap bagus dan memiliki nilai prestise bagi investor. Posisi kita sangat strategis dan dibutuhkan dunia. Sebagai bangsa Indonesia, kita harus percaya diri,” ujar Tomy Winata.

Meski demikian, Tomy Winata mengingatkan kalangan pengusaha agar tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam mengambil keputusan bisnis.

“Yang penting para pedagang dan pengusaha jangan mudah terprovokasi. Jangan melakukan investasi berlebihan. Sesuaikan dengan kemampuan dan ikuti aturan yang berlaku. Jika ada peluang yang potensial, baru kita masuk,” kata dia.

Read Entire Article
Politics | | | |