Pascabanjir, Jalur KA Pekalongan–Sragi Mulai Normal Bertahap

2 hours ago 2

Sejumlah penumpang terpaksa menunggu di Stasiun Pekalongan imbas dari sejumlah rel kereta terendam banjir di sekitar Stasiun Pekalongan, Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Sabtu (17/1/2026). Berdasarkan data PT KAI Daop IV Semarang, hujan lebat yang terjadi sejak Jumat (16/1) sore menyebabkan sejumlah ruas rel kereta api jalur Stasiun Pekalongan-Sragi terendam banjir dengan ketinggian sekitar 9-20 centimeter di atas bantalan rel, yang berimbas sejumlah perjalanan terganggu atau tidak dapat melintas dari arah Semarang-Jakarta maupun sebaliknya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Jalur rel kereta api yang melintasi jalur hulu pada petak jalan Pekalongan–Sragi, Jawa Tengah, berangsur pulih. Sebelumnya, jalur tersebut sempat terendam banjir selama beberapa hari dan menyebabkan puluhan perjalanan kereta api dibatalkan serta dialihkan.

Manajer Humas KAI Daop 4 Semarang Luqman Arif mengungkapkan, saat ini jalur hulu pada lintas Pekalongan–Sragi sudah dapat dilintasi dengan kecepatan terbatas, yakni maksimal 40 kilometer per jam. Sementara itu, kecepatan maksimal di jalur hilir ditetapkan 30 kilometer per jam.

“Meski peningkatan kecepatan masih dilakukan secara terbatas, hal ini menjadi indikator bahwa kondisi jalur terus menunjukkan perkembangan ke arah yang lebih stabil, dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan perjalanan kereta api,” kata Luqman, Selasa (20/1/2026).

Ia menambahkan, peningkatan kecepatan kereta api yang melintasi jalur tersebut akan dilakukan secara bertahap dengan tetap memprioritaskan keselamatan perjalanan.

Luqman menjelaskan, untuk perjalanan kereta api dengan keberangkatan awal dari Daop 4 Semarang sudah kembali normal. Tidak terdapat pembatalan perjalanan maupun keterlambatan panjang pada Selasa.

Namun demikian, ia menyebutkan terdapat dua kereta api yang melintasi wilayah Daop 4 Semarang yang perjalanannya dibatalkan, yakni KA 7004 Sembrani Tambahan relasi Gambir–Surabaya Pasarturi dan KA 2B Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasarturi.

Read Entire Article
Politics | | | |