PCOS Kini Disebut PMOS, Istilah Baru yang Ubah Cara Pandang Kesehatan Perempuan

18 hours ago 13

Seorang dokter melakukan pemeriksaan ultrasonografi (USG) kepada pasien (ilustrasi). Dunia kedokteran memperkenalkan istilah PMOS untuk menggantikan PCOS.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Diagnosis dokter yang menyebut kata PCOS sering kali langsung memicu serangan panik spontan bagi banyak perempuan. Detik itu juga, bayangan mengerikan tentang kista yang memenuhi indung telur, siklus menstruasi yang kacau, hingga momok kemandulan langsung berputar di kepala.

Jika selama ini kamu mengira akar masalahnya melulu berada di area organ reproduksi, bersiaplah untuk memperbarui informasi tersebut. Dunia kedokteran modern kini mulai meninggalkan sudut pandang "sempit" itu dan memperkenalkan istilah baru yang dinilai jauh lebih jujur dalam menggambarkan kondisi tubuh yaitu PMOS (Polyendocrine Metabolic Ovarian Syndrome).

Langkah ini diambil karena para ahli menyadari bahwa istilah lama, PCOS, sering kali memicu kesalahpahaman yang masif di kalangan perempuan. Kata “polycystic” telanjur membuat banyak orang salah kaprah dan mengira mereka sedang mengidap penyakit kista sungguhan yang harus segera diangkat lewat meja operasi. Padahal, fakta klinis yang ditemukan dokter di ruang praktik menunjukkan kondisi yang sama sekali berbeda. Lingkaran-lingkaran kecil yang berderet di ovarium saat perempuan melakukan pemeriksaan USG itu sebenarnya bukanlah kista, melainkan folikel atau bakal sel telur yang gagal matang dan tidak berhasil keluar karena adanya "salah komunikasi" antarhormon di dalam tubuh.

Dokter spesialis kebidanan dan kandungan, dr Arya Ady Nugroho, Sp.O.G., FICS, mengatakan pergantian nama ini krusial agar penanganan yang diberikan kepada pasien bisa lebih tepat sasaran sejak awal dan tidak membuat mereka terjebak dalam kecemasan yang tidak perlu. "Selama bertahun-tahun, masyarakat mengenal istilah PCOS atau Polycystic Ovary Syndrome sebagai salah satu gangguan hormon yang sering dialami perempuan usia reproduktif," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Republika pada Jumat (22/5/2026).

Tantangan terbesarnya sekarang adalah membuka mata publik bahwa kehadiran nama baru, PMOS, justru menjadi kabar baik yang membantu para perempuan untuk lebih mengenali sinyal-sinyal tersembunyi dari tubuh mereka sendiri. "Nama ini dianggap lebih tepat karena menggambarkan bahwa penyakit ini memengaruhi seluruh tubuh, bukan hanya ovarium," kata dr Arya. 

Read Entire Article
Politics | | | |