Pemda Sumenep dan Bogor Tutup Tempat Hiburan Selama Ramadhan 1447 H

2 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah pada Februari hingga Maret 2026, pemerintah daerah di berbagai wilayah Indonesia mulai memperketat aturan ketertiban umum. Langkah ini diambil guna memastikan umat Islam dapat menjalankan ibadah puasa dengan khusyuk, aman, dan nyaman melalui sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat.

Di ujung timur Pulau Madura, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep secara tegas menginstruksikan penutupan seluruh tempat hiburan malam selama sebulan penuh. Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menyatakan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk menghormati umat Islam serta menciptakan suasana wilayah yang kondusif.

"Selain menutup tempat hiburan, kami juga melarang pemilik warung dan restoran berjualan di siang hari, kecuali bagi penyedia makanan yang diperbolehkan secara syariah seperti di terminal untuk melayani musafir," ujar Fauzi di Sumenep, Kamis (19/2). Guna mengawal aturan tersebut, Satpol-PP bersama Polres Sumenep dan Kodim 0827 dikerahkan untuk menggencarkan razia penyakit masyarakat, termasuk peredaran minuman keras dan pelanggaran disiplin aparatur.

Sejalan dengan semangat tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor di Jawa Barat juga memastikan kesiapan serupa melalui Surat Keputusan (SK) Wali Kota. Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menegaskan larangan operasional bagi klub malam, diskotek, panti pijat, hingga arena permainan ketangkasan selama Ramadhan. Bahkan, aktivitas berisiko seperti petasan dan sahur on the road turut dilarang demi keamanan warga.

"Ketertiban umum ini meliputi pergerakan masyarakat selama rangkaian kegiatan harian di bulan puasa. Kami juga mengatur jam kerja aparatur sipil negara (ASN), di mana pada Senin hingga Kamis kerja dimulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB," ungkap Dedie Rachim dalam rapat koordinasi di Balai Kota Bogor.

Uniknya, Ramadhan tahun ini di Kota Bogor bertepatan dengan pelaksanaan Bogor Street Festival Cap Go Meh (BSF CGM) pada 1–3 Maret 2026. Hal ini menuntut langkah taktis tambahan berupa rekayasa lalu lintas dan pengamanan ekstra, mengingat adanya festival kuliner Ramadhan yang berpadu dengan arak-arakan budaya. Pemkot Bogor juga menambah tim Tarawih Keliling (Tarling) menjadi 14 tim untuk menjangkau lebih banyak titik di masyarakat.

Selain aspek keamanan, stabilitas harga pangan menjadi perhatian utama kedua daerah. Pemkot Bogor secara rutin melakukan sidak dan operasi pasar di setiap kecamatan guna menjamin ketersediaan beras dan minyak goreng. Hal serupa dilakukan Polres Sumenep yang proaktif melakukan pengecekan di lokasi-lokasi strategis demi menekan potensi kenaikan harga kebutuhan pokok.

sumber : Antara

Read Entire Article
Politics | | | |