Prabowo Siap Hadiri Pertemuan Perdana BoP, Bakal Setor Iuran?

2 hours ago 5

Presiden Indonesia Prabowo Subianto (ketiga kanan) bersama Presiden AS Donald Trump saat pertemuan Dewan Perdamaian di pertemuan tahunan ke-56 Forum Ekonomi Dunia (WEF), di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON – Presiden AS Donald Trump bakal mengumpulkan para wakil negara anggota Dewan Perdamaian alias Board of Peace (BoP) dalam waktu dekat. Presiden RI Prabowo Subianto dilaporkan bakal hadir dalam pertemuan yang disebut akan jadi ajang penggalangan dana tersebut.

Prabowo telah diundang ke Amerika Serikat pada 19 Februari untuk menghadiri pertemuan mengenai Dewan Perdamaian Presiden Donald Trump, kata seorang pejabat pada hari Senin. 

Indonesia juga berharap untuk menandatangani perjanjian perdagangan dengan Trump selama kunjungan tersebut, kata Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dikutip Reuters.

CNN melansir, AS mengirimkan undangan untuk acara 19 Februari pada Jumat. Pertemuan tersebut dijadwalkan akan diadakan di Institut Perdamaian AS, yang kemudian diganti namanya oleh Presiden Donald Trump. 

Dewan Perdamaian, yang diketuai oleh Trump, awalnya dibentuk sebagai badan terbatas yang bertugas mengawasi rekonstruksi Jalur Gaza, yang hancur akibat serangan brutal Israel. Namun, menurut rancangan piagam tersebut, misinya telah diperluas untuk mengatasi konflik di seluruh dunia. Draf yang dikirimkan bersamaan dengan ajakan untuk bergabung bahkan tidak merujuk pada Gaza.

Pejabat AS tersebut mengatakan bahwa pertemuan tersebut sebagian dimaksudkan sebagai penggalangan dana, namun menekankan bahwa rinciannya masih dibicarakan. Hal ini agaknya terkait klausul iuran senilai 1 miliar dolar AS yang harus dibayarkan negara yang hendak menjadi anggota tetap BoP.

Pertemuan tersebut, yang pertama kali dilaporkan oleh Axios, akan menjadi pertemuan pertama kelompok tersebut sejak upacara penandatanganan di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, bulan lalu. 

Sekitar 20 negara telah menandatangani Dewan Perdamaian. Kelompok ini mendapat skeptisisme mengenai mandatnya dan pertanyaan apakah mereka berupaya menggantikan PBB. 

Sebagian besar sekutu AS di Eropa belum setuju untuk bergabung. Israel belum secara resmi menandatangani piagam tersebut meskipun menerima tawaran Trump dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan akan bergabung.

Belum jelas negara mana yang akan menghadiri pertemuan tanggal 19 Februari dan pada tingkat apa mereka akan diwakili. Sejauh ini baru Argentina, Rumania, dan Indonesia yang menyatakan bakal hadir.

sumber : Reuters

Read Entire Article
Politics | | | |