loading...
Presiden Kamerun Paul Biya, presiden tertua di dunia yang akhirnya pulang ke negaranya setelah 73 hari berada di Swiss. Foto/Swissinfo
YAOUNDE - Presiden Kamerun Paul Biya (93) akhirnya pulang ke negaranya setelah 73 hari berada di Jenewa, Swiss, mengakhiri salah satu periode absensi terpanjang selama lebih dari empat dekade kekuasaannya. Ternyata, bukan sekali ini presiden tertua di dunia tersebut menghabiskan waktunya dengan tinggal di luar negeri.
Biya meninggalkan Kamerun pada 7 Juni 2026 menuju Jenewa, Swiss. Pemerintah awalnya menyebut perjalanan sang presiden sebagai “kunjungan pribadi singkat”. Faktanya, dia baru kembali ke Yaounde pada 20 Agustus, setelah menghabiskan lebih dari dua bulan di Swiss. Reuters dan Associated Press menyebut perjalanan terbaru tersebut sebagai yang terlama dalam masa kepresidenannya.
Baca Juga: Presiden Tertua di Dunia Akhirnya Pulang setelah 73 Hari Berada di Luar Negeri
Kepulangan Presiden Biya sekaligus kembali mengingatkan publik Kamerun pada kebiasaannya menghabiskan waktu panjang di luar negeri, terutama di Jenewa, yang selama bertahun-tahun dikenal sebagai destinasi favoritnya.
Habiskan 4,5 Tahun di Luar Negeri
Biya menjadi presiden Kamerun pada 1982. Pada 2018, investigasi Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP) mengungkap seberapa sering sang presiden bepergian ke luar negeri.
Dengan menelusuri sekitar 35 tahun pemberitaan Cameroon Tribune—media pemerintah Kamerun—OCCRP menghitung bahwa Biya telah menghabiskan sedikitnya 1.645 hari atau sekitar 4,5 tahun dalam perjalanan pribadi ke luar negeri sejak berkuasa. Angka itu belum termasuk perjalanan resmi kenegaraan.
OCCRP menyebut perhitungan tersebut bersifat konservatif karena terdapat sejumlah kekosongan arsip surat kabar yang digunakan sebagai sumber data.
Jika perjalanan resmi juga dimasukkan, Biya telah menghabiskan waktu sekitar 1 tahun tambahan di luar negeri dalam perjalanan kenegaraan pada periode yang diteliti.
Dengan demikian, berdasarkan data hingga 2017-2018, waktu yang dihabiskan Biya di luar Kamerun bukan sekadar beberapa bulan, melainkan bertahun-tahun.
Jenewa, Kota Favorit Sang Presiden
Dari berbagai tujuan perjalanan tersebut, Jenewa menjadi yang paling menonjol.
Menurut OCCRP, Biya kerap memperpanjang perjalanan resmi ke Eropa dengan apa yang disebut kantor kepresidenan sebagai “brief private visit to Europe” atau “kunjungan pribadi singkat ke Eropa”. Dalam banyak kasus, kunjungan tersebut berujung di Jenewa.
Hotel yang paling sering dikaitkan dengan kunjungan Biya adalah InterContinental Geneva, hotel mewah bintang lima di kota tersebut.
Swissinfo menyebut Jenewa sebagai destinasi favorit Biya, sementara laporan media lain menyebut sang presiden dan istrinya, Chantal Biya, dapat tinggal di hotel tersebut selama berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan.


















































