loading...
Relawan kemanusiaan Ahmad Zaki Ali (38) meninggal dunia saat menjalankan misi penanganan bencana pascagempa bumi M7,7 yang mengguncang wilayah Flores. Foto: Basarnas
JAKARTA - Kabar duka datang dari NTT di tengah suasana bencana gempa, salah satu relawan kemanusiaan sekaligus Founder Yayasan Gerak Bareng, Ahmad Zaki Ali dikabarkan meninggal dunia saat berada di wilayah Dampek, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Jumat (21/8/2026). Salah satu rekan almarhum sesama relawan kemanusiaan sekaligus Tim Hands Foundation, Muhammad Rafki Razif Kiransyah membagikan cerita kronologis sebelum almarhum meninggal dunia.
Rafki mengatakan bahwa dirinya sudah enam hari bersama dengan almarhum menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak gempa di NTT. Ia mengaku tidak ada keluhan sakit apapun yang diungkapkan oleh almarhum Ahmad Zaki saat menyalurkan bantuan meski intensitas penyaluran cukup tinggi selama lima hari. Bahkan mereka sempat bermalam di Masjid Raya Reo dan di wilayah Ruteng.
“Selama kurang lebih enam hari gitu kita sama-sama. Dari hari Senin, kita bareng-bareng ngeliat almarhum itu eh semangat. Terus sehat, gak ada keluhan sakit apa-apa terus juga gak keliatan kayak orang sakit gitu,” kata Rafki saat dihubungi iNews Media Group, Sabtu (22/8/2026).
Baca Juga : Kelelahan saat Distribusi Bantuan Gempa Flores, 1 Relawan Kemanusiaan Meninggal
Ia menceritakan bahwa sebelum meninggal, almarhum bersama dirinya akan mendistribusikan 30 paket bantuan ke Desa Satar Padut Kabupaten Manggarai Timur sekitar pukul 14.00, dimana ia bersama almarhum berada dalam satu mobil.
Kejadian tak terduga mulai terjadi saat dirinya bersama almarhum dan tim yang lain memutar arah dari lokasi oenyakurannyerkahir untuk melakukan asesmen kebutuhan para korban. Saat itu, Rafki menceritakan bahwa ia sempat mendengar almarhum Ahmad Zaki mengucapkan istigfar dan tidak sadarkan diri saat berada di dalam mobil.
“Nah, gak lama dari kita muter balik dari tempat penyaluran terakhir sekitar 5 meter, beliau sempat berhenti. Terus yang kedengeran sama kita di mobil itu beliau istighfar, ‘Astagfirullah’ terus berhenti dan mulai gak sadarkan diri. Nah di situ kita juga kaget, panik,” ungkap dia.
Almarhum pun langsung dilarikan ke posko medis menggunakan bantuan mobil dari warga. Sesampainya di posko medis, almarhum Ahmad Zaki langsung diberi penanganan. Namun, takdir berkata lain, Ahmad Zaki akhirnya tutup usia sekitar pukul 16.40.


















































