Endang Rosdiana
Agama | 2026-02-14 18:03:44
بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيم
Selamat datang Ramadhan
“Wahai manusia, sungguh telah datang kepada kalian bulan Allah dengan membawa berkah, rahmat, dan ampunan. Bulan yang paling utama di sisi Allah; hari-harinya adalah hari-hari yang termulia, malam-malamnya adalah malam-malam yang terbaik, dan waktu-waktunya adalah saat-saat yang paling utama. Ia adalah bulan ketika kalian diundang untuk menghadiri jamuan Allah dan dijadikan sebagai orang-orang yang berhak memperoleh kemuliaan-Nya.” (Khutbah Rasulullah SAW menyambut Ramadhan).
Ramadhan bukanlah bulan biasa dalam perjalanan hidup seorang mukmin. Ia adalah bulan yang Allah SWT muliakan, bulan yang dipenuhi limpahan karunia, serta waktu yang secara khusus disiapkan untuk mengangkat derajat hamba-hamba-Nya. Karena itu, menyambut Ramadhan sejatinya bukan sekadar menyambut pergantian bulan, tetapi menyambut kedatangan tamu agung yang membawa pesan langit berupa *rahmat, ampunan, dan keberkahan.
Setiap waktu di dalam bulan Ramadhan memiliki nilai yang tinggi di sisi Allah SWT. Hari-harinya adalah hari-hari termulia, karena di dalamnya manusia dilatih untuk menundukkan hawa nafsu dan menguatkan ketaatan. Malam-malamnya adalah malam-malam terbaik, sebab ia menjadi ladang munajat dan kesempatan mendekat kepada Allah SWT melalui sholat, doa, dan tilawah Al-Qur’an. Bahkan waktu-waktunya pun menjadi paling utama, karena setiap detik dapat bernilai ibadah jika diisi dengan niat yang benar dan amal yang sholih.
Rasulullah SAW juga menyebut Ramadhan sebagai bulan jamuan Allah SWT. Jamuan biasanya disiapkan bagi tamu yang dimuliakan. Maka, Ramadhan adalah saat Allah SWT mengundang hamba-hamba-Nya untuk menikmati hidangan ruhani berupa rahmat-Nya, ampunan-Nya, dan keberkahan-Nya. Puasa melatih kesabaran, sholat malam menghidupkan hati, sadakah membersihkan harta, dan Al-Qur’an menerangi jiwa. Semua itu adalah sajian ilahiah bagi mereka yang datang dengan iman dan keikhlasan.
Ramadhan adalah bulan penuh berkah, di saat mana Allah SWT melipatgandakan kebaikan dan meluaskan dampaknya. Berkah bukan sekadar banyaknya amal, tetapi bertambahnya nilai dan pengaruh kebaikan dalam hidup seorang hamba. Amal yang sederhana dapat bernilai besar, dan kebaikan yang kecil dapat membawa perubahan yang luas. Rasa lapar dan haus yang biasanya menjadi beban, di bulan ini berubah menjadi jalan pahala. Waktu yang terasa singkat, justru dipenuhi makna. Inilah hakikat keberkahan, yakni sedikit menjadi cukup, yang terbatas menjadi bernilai besar, dan yang berat menjadi ringan karena pertolongan Allah SWT.
Lebih dalam lagi, berkah Ramadhan adalah ketika hati disentuh oleh rahmat Allah SWT. Di bulan ini, Al-Qur’an kembali dibaca dengan kerinduan, masjid kembali dipenuhi langkah kaki orang-orang beriman, dan doa-doa terangkat dengan harap yang lebih jujur. Ramadhan membangunkan kesadaran bahwa hidup bukan hanya tentang dunia yang sedang dijalani, tetapi tentang akhirat yang sedang dituju. Inilah keberkahan terbesar, ketika arah hidup kembali diluruskan menuju Allah SWT.
Karena itu, kegembiraan menyambut Ramadhan bukan sekadar kegembiraan karena datangnya sebuah bulan, tetapi sukacita karena Allah SWT masih memberi kesempatan untuk berada dalam limpahan rahmat-Nya. Tidak semua orang diberi umur untuk bertemu Ramadhan, dan tidak semua yang bertemu mampu merasakan nilainya. Maka, siapa yang dipertemukan dengannya dalam keadaan iman, sungguh ia sedang berdiri di hadapan karunia besar yang patut disyukuri dengan taubat, ibadah, dan kesungguhan memperbaiki diri.
Menyambut Ramadhan berarti menyambut peluang perubahan. Ia adalah madrasah taqwa yang Allah SWT siapkan setiap tahun bagi hamba-hamba-Nya. Siapa yang masuk ke dalamnya dengan niat yang tulus dan amal yang sungguh-sungguh, niscaya ia akan keluar darinya dengan jiwa yang lebih bersih dan iman yang lebih kuat. Dan siapa yang melewatinya dengan kelalaian, sungguh ia telah menyia-nyiakan anugerah yang sangat besar.
Semoga kita termasuk hamba-hamba yang mampu menyambut Ramadhan dengan hati yang bersyukur, jiwa yang rindu akan ampunan, dan tekad yang kuat untuk berubah menjadi lebih baik.
Marhaban ya Ramadhan Selamat menikmati jamuan Allah SWT di bulan penuh berkah, rahmat, dan ampunan.
Semoga Allah SWT menjadikan Ramadhan ini sebagai bulan penuh berkah bagi kita, keluarga kita, dan seluruh kaum muslimin.
آمِيْن يَا مُجِيْبَ السَّائِلِيْنَ
وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

3 hours ago
6














































