Sambil Tertawa Pegawai SPPG Bantul Olok-Olok Korban Keracunan MBG, Ini Kata BGN

4 hours ago 5

Tangkapan layar video yang diduga memperlihatkan salah seorang pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Dlingo, Bantul, mengolok-olok korban dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG).

REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL -- Sebuah video yang diduga memperlihatkan salah seorang pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Dlingo, Bantul, mengolok-olok korban dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Karo, Sumatera Utara, viral di media sosial. Video tersebut menuai sorotan publik karena dinilai tidak menunjukkan empati terhadap para korban.

Dalam video berdurasi sekitar 29 detik yang diunggah akun Instagram @reset.feeds, seorang pria yang disebut bernama Gerardus Permananditya merekam dirinya ketika mencoba makanan yang menurutnya dimasak sehari sebelumnya. Setelah mencicipi makanan tersebut, ia menyebut rasanya masih enak.

Ia kemudian berakting seolah mengalami gangguan kesehatan sembari tertawa. "Gua makan chicken katsu masakan kemarin apakah masih enak? Oh tidak. Ingatanku hilang tujuh puluh persen," ujar Gerardus dalam video tersebut seperti dilihat Republika, Ahad (20/9/2026).

Aksi tersebut kemudian dikaitkan dengan kasus dugaan keracunan MBG yang dialami sejumlah penerima manfaat di Karo, termasuk seorang siswi SMK Bersama Berastagi bernama Febiona Purba. Video itu pun mendapat beragam respons dari netizen karena dianggap menjadikan kondisi korban sebagai bahan candaan.

Terkait ini, Koordinator Regional Badan Gizi Nasional (BGN) DIY, Wirandita Gagat Widyatmoko angkat bicara. Gagat menyampaikan keprihatinan atas munculnya video tersebut dan membenarkan pegawai yang bersangkutan merupakan pengawas keuangan di SPPG Dlingo, Bantul.

"Kami prihatin dan menyayangkan apabila benar terdapat pernyataan dari jajaran SPPG yang tidak menunjukkan empati terhadap masyarakat yang diduga terdampak. Dalam kondisi seperti ini, yang harus dikedepankan adalah rasa kemanusiaan, empati, sensitivitas, dan saling menghormati," kata Gagat dalam keterangannya.

Read Entire Article
Politics | | | |