Saudi Kutuk Penyerbuan Menteri Israel ke Masjid Al Aqsa

20 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID,RIYADH -- Kementerian Luar Negeri Arab Saudi mengutuk penyerbuan Masjid Al-Aqsa di Yerusalem yang diduduki oleh Menteri Keamanan Nasional sayap kanan Israel Itamar Ben-Gvir pada Rabu (2/4/2025). Hal ini sebagaimana dilaorkan Saudi Press Agency.

Kemenlu Saudi juga mengecam pasukan Israel karena menargetkan klinik UNRWA di kamp Jabaliya, Gaza utara, dan mengecam serangan terhadap PBB dan organisasi-organisasi bantuan serta staf mereka, SPA menambahkan.

“Kerajaan mengutuk pelanggaran Israel yang terus berlanjut terhadap hukum internasional dan hukum humaniter internasional, dan menegaskan penolakan tegasnya terhadap segala hal yang akan merusak status historis dan hukum Yerusalem dan tempat-tempat sucinya," kata kementerian tersebut dikutip Arabnews Kamis (3/4/2025). 

Ditambahkannya, pelanggaran Israel terhadap hukum internasional menghalangi upaya perdamaian dan mengancam keamanan global.

Kementerian tersebut juga menyoroti pentingnya melindungi PBB dan organisasi-organisasi bantuan, serta staf mereka, dan menyerukan agar otoritas Israel bertanggung jawab atas semua pelanggaran.

Kunjungan Ben-Gvir ke kompleks Al-Aqsa di Kota Tua Yerusalem pada Rabu (2/4/2025);memicu kecaman keras dari Yordania dan kelompok militan Palestina Hamas. 

Menteri tersebut, pemimpin partai anti-Arab Israel Otzma Yehudit, mengunjungi lokasi tersebut setelah bergabung kembali dengan pemerintah bulan lalu menyusul dimulainya kembali perang di Gaza.

Ben Gvir telah mengundurkan diri dari kabinet pada Januari lalu sebagai protes terhadap perjanjian gencatan senjata di wilayah Palestina.

Sejak pembentukan pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada akhir 2022, Ben Gvir telah melakukan beberapa perjalanan ke kompleks Al-Aqsa, yang setiap kali memicu kemarahan internasional.

Kementerian Luar Negeri Yordania juga mengecam kunjungan hari Rabu sebagai serangan dan provokasi yang tidak dapat diterima.

Hamas menyebutnya sebagai eskalasi yang provokatif dan berbahaya, dan mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari genosida yang sedang berlangsung terhadap rakyat Palestina.

"Kami menyerukan kepada rakyat Palestina dan pemuda kami di Tepi Barat untuk meningkatkan konfrontasi mereka dalam membela tanah dan tempat suci kami, terutama Masjid Al-Aqsa yang diberkahi," katanya dalam sebuah pernyataan.

Masjid Al-Aqsa merupakan tempat suci ketiga umat Islam dan merupakan simbol identitas nasional Palestina. Dikenal oleh orang Yahudi sebagai Temple Mount, tempat ini juga merupakan tempat tersuci bagi agama Yahudi, dihormati sebagai lokasi kuil kedua yang dihancurkan oleh bangsa Romawi pada 70 M.

Berdasarkan status quo yang dipertahankan oleh Israel, yang telah menduduki Yerusalem timur dan Kota Lamanya sejak tahun 1967, orang-orang Yahudi dan non-Muslim lainnya diizinkan untuk mengunjungi kompleks tersebut selama jam-jam tertentu, tetapi mereka tidak diizinkan untuk berdoa di sana atau memperlihatkan simbol-simbol keagamaan.

Juru bicara Ben Gvir mengatakan kepada AFP bahwa menteri tersebut pergi ke sana karena situs tersebut dibuka untuk non-Muslim setelah 13 hari, yang mana akses tersebut hanya diperuntukkan bagi umat Islam pada hari raya Idul Fitri dan akhir bulan suci Ramadan.

Dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak ultranasionalis Yahudi yang menentang aturan tersebut, termasuk Ben Gvir, yang berdoa di depan umum di sana pada 2023 dan 2024.

Pemerintah Israel telah berulang kali mengatakan bahwa mereka bermaksud mempertahankan status quo di kompleks tersebut tetapi ketakutan Palestina tentang masa depannya telah menjadikannya titik api kekerasan.

Read Entire Article
Politics | | | |