Sinergi Kemanusiaan BTN, Pos Indonesia, dan Rumah Zakat untuk Pemulihan Sumatera

9 hours ago 6

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di tengah rangkaian aktivasi bisnis dan transformasi layanan keuangan digital yang digelar PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) bersama PT Pos Indonesia (Persero), terselip pesan penting yang tak kalah kuat: hadirnya empati serta tanggung jawab sosial saat masyarakat menghadapi krisis.

Melalui kolaborasi kemanusiaan ini, BTN dan Pos Indonesia menyalurkan bantuan senilai Rp500 juta bagi warga terdampak bencana alam di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Penyaluran amanah ini dipercayakan kepada Rumah Zakat, lembaga kemanusiaan nasional yang dikenal aktif dalam penanganan serta pemulihan pascabencana di berbagai pelosok Indonesia.

Bantuan ini tidak difokuskan pada respons darurat semata, melainkan diarahkan pada fase pemulihan. Tahapan ini merupakan masa krusial yang sering kali luput dari perhatian publik, padahal menjadi penentu utama bagi keberlangsungan hidup masyarakat yang terdampak bencana agar bisa kembali mandiri.

Chief Finance and Operation Officer Rumah Zakat, Murni Alit Baginda, menjelaskan bahwa dana dari BTN dan Pos Indonesia tersebut akan digunakan untuk mendukung kebutuhan mendesak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Menurutnya, fase pemulihan adalah masa transisi penting yang membutuhkan pendampingan berkelanjutan agar kehidupan masyarakat tidak terhenti pascatragedi.

“Hari ini kami mendapatkan amanah dan kepercayaan dari BTN serta Pos Indonesia untuk menyalurkan bantuan Rp500 juta bagi saudara-saudara kita di Sumatera. Fokus utama kami mencakup Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, khususnya dalam mendukung fase pemulihan,” ujar Murni.

Murni menambahkan bahwa fase pemulihan sering kali menjadi periode terberat bagi para korban. Ketika sorotan publik mulai mereda dan arus bantuan darurat berkurang, masyarakat justru mulai menghadapi kebutuhan yang lebih kompleks, mulai dari hunian sementara hingga upaya memutar kembali roda kehidupan sehari-hari.

“Pada tahap ini, masyarakat tidak hanya membutuhkan logistik instan. Mereka memerlukan dukungan nyata untuk mulai membangun kembali kehidupan mereka secara bertahap dan berkelanjutan,” ungkapnya menekankan pentingnya bantuan tepat guna.

Oleh karena itu, Rumah Zakat memprioritaskan penyaluran bantuan dalam bentuk hunian sementara serta perlengkapan kebutuhan dasar. Tujuannya jelas, agar keluarga yang terdampak dapat segera menjalani aktivitas rutin dengan lebih layak dan bermartabat.

Sebagai lembaga filantropi dengan rekam jejak panjang, Rumah Zakat memiliki pengalaman luas dalam menangani berbagai bencana, mulai dari gempa bumi, banjir, hingga erupsi gunung api. Lembaga ini dikenal dengan pendekatan respons yang cepat, terukur, dan mengutamakan keberlanjutan bagi para penerima manfaat.

Dalam setiap aksi kemanusiaan, Rumah Zakat tidak hanya hadir saat bencana memuncak, tetapi terus mendampingi hingga proses rehabilitasi tuntas. Program-programnya mencakup pembangunan infrastruktur sementara, distribusi logistik, layanan kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas bagi para korban.

Murni menegaskan bahwa kolaborasi dengan BTN dan Pos Indonesia semakin memperkuat efektivitas distribusi bantuan di lapangan. Jangkauan luas kedua institusi tersebut menjadi modal penting dalam merespons kebutuhan masyarakat secara lebih masif.

“Kolaborasi ini membuktikan bagaimana jaringan layanan keuangan dan logistik nasional dapat digerakkan secara cepat dan terukur saat negara membutuhkan kehadiran nyata di tengah masyarakat,” lanjutnya.

Ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada BTN dan Pos Indonesia yang tetap mengedepankan dimensi sosial di tengah kesibukan agenda transformasi bisnis. Hal ini menunjukkan bahwa nilai kemanusiaan tetap menjadi prioritas di atas kepentingan transaksional semata.

“Kami sangat mengapresiasi BTN dan Pos Indonesia yang tetap menunjukkan empati luar biasa. Ini adalah contoh sinergi yang tidak hanya bicara soal bisnis, tetapi murni tentang nilai-nilai kemanusiaan,” kata Murni.

Menurutnya, kerja sama lintas institusi seperti ini adalah kunci utama untuk memastikan bantuan tersalurkan secara tepat sasaran. Sinergi ini meminimalkan tumpang tindih bantuan dan memaksimalkan dampak positif bagi para penyintas bencana.

Rumah Zakat sendiri telah memiliki sejarah kerja sama yang erat dengan Pos Indonesia, terutama dalam pemanfaatan jaringan kantor pos untuk penyaluran dana sosial. Hubungan strategis ini mempermudah akses hingga ke daerah-daerah yang sulit dijangkau secara geografis.

“Dengan Pos Indonesia, kami sudah sering berkolaborasi. Jaringan kantor pos yang tersebar luas hingga pelosok sangat membantu kami mempercepat distribusi bantuan dan memastikan tidak ada wilayah yang terlewati,” jelas Murni.

Lebih jauh, Murni menekankan bahwa aksi kemanusiaan adalah bagian tak terpisahkan dari tujuan pembangunan berkelanjutan. Bantuan yang berorientasi pada pemulihan membantu masyarakat bangkit lebih cepat dan menekan risiko dampak sosial jangka panjang akibat bencana.

“Bantuan ini dirancang untuk jangka panjang. Kami ingin memastikan keluarga terdampak bisa segera produktif kembali dan menjalani kehidupan dengan standar yang layak,” tegasnya.

Melalui peran Rumah Zakat sebagai penyalur, kolaborasi BTN dan Pos Indonesia bukan sekadar simbol solidaritas, melainkan aksi nyata yang menyentuh lapisan masyarakat paling rentan. Langkah ini menjadi bukti bahwa keberhasilan sebuah korporasi juga diukur dari kepeduliannya terhadap sesama.

Di tengah tantangan bencana yang kerap berulang, kerja sama ini menjadi pengingat bahwa kemajuan digital dan ekonomi harus berjalan beriringan dengan kepekaan sosial. Rumah Zakat hadir sebagai jembatan profesional yang menghubungkan niat baik para pemangku kepentingan dengan kebutuhan riil masyarakat di lapangan.

sumber : Antara

Read Entire Article
Politics | | | |