Superbank dan OVO Perluas Kolaborasi, Hadirkan Akses Pembiayaan di Aplikasi OVO

2 hours ago 5

Image Safitri

Bisnis | 2026-07-06 17:06:07

Seseorang melakukan pinjaman melalui aplikasi OVO.

JAKARTA -- Layanan keuangan digital kini semakin menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari masyarakat Indonesia. Survei Internet Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) 2026 menunjukkan masyarakat memanfaatkan layanan pinjaman digital bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan mendesak, tetapi juga kebutuhan sehari-hari, berbelanja secara cicilan tanpa kartu kredit, serta karena proses pengajuannya yang mudah dan cepat.

Perubahan perilaku ini mendorong ekspektasi masyarakat terhadap layanan pembiayaan yang dapat diakses secara praktis melalui aplikasi yang telah mereka gunakan setiap hari. Menjawab kebutuhan tersebut, Superbank dan OVO memperluas kolaborasi ekosistem dengan menghadirkan Pinjaman Atur Sendiri (PAS), produk pinjaman digital tanpa agunan dari Superbank yang memberikan fleksibilitas bagi nasabah dalam menentukan jumlah pinjaman, tenor, dan tanggal jatuh tempo sesuai kebutuhan.

Kini, PAS dapat diakses dan diajukan langsung melalui menu ‘Pinjaman’ di halaman utama aplikasi OVO, sehingga pengguna dapat memperoleh akses pembiayaan secara mudah, cepat dan nyaman. Kolaborasi ini merupakan langkah lanjutan setelah keberhasilan peluncuran OVO Nabung by Superbank, yang telah digunakan oleh lebih dari 2,3 juta pengguna hingga Mei 2026.

Saat ini, Superbank dan OVO memperluas kolaborasi ke layanan pembiayaan digital sehingga pengguna dapat menikmati layanan transaksi, tabungan hingga pembiayaan dalam satu ekosistem. Strategi integrasi ekosistem tersebut juga terus menunjukkan hasil yang positif. Hingga Mei 2026, penyaluran kredit Superbank tumbuh lebih dari 59 persen secara tahunan (YoY), didorong oleh semakin eratnya integrasi dengan ekosistem Grab dan OVO.

Saat ini, lebih dari 60 persen nasabah Superbank juga merupakan pengguna Grab dan OVO, mencerminkan semakin tingginya adopsi layanan keuangan yang terhubung dengan platform digital yang telah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari masyarakat. “Cara masyarakat mengakses layanan keuangan terus berubah. Mereka tidak lagi hanya mencari produk yang bermanfaat dan terpercaya, tetapi juga pengalaman yang sederhana dan mudah dijangkau melalui platform yang telah menjadi bagian dari keseharian mereka," kata Direktur Bisnis Superbank, Sukiwan.

Sukawi mengatakan, kehadiran Pinjaman Atur Sendiri di aplikasi OVO merupakan langkah lanjutan kami untuk memperluas manfaat kolaborasi ekosistem. Hal itu memungkinkan akses terhadap pembiayaan formal menjadi semakin mudah, relevan, dan inklusif bagi jutaan masyarakat Indonesia.

Head of Strategy, Integrated Marketing Communication OVO, Asep Haekal mengatakan, pihaknya melihat pengguna semakin menginginkan pengalaman keuangan digital yang lebih praktis dalam satu aplikasi. Setelah OVO Nabung, kini pengguna juga dapat mengakses Pinjaman Atur Sendiri langsung melalui aplikasi OVO.

"Bersama Superbank, kami terus memperluas manfaat yang dapat dinikmati pengguna, sehingga mereka dapat bertransaksi, menabung, hingga mengakses layanan pembiayaan digital dengan lebih mudah dalam satu pengalaman yang terintegrasi,” kata dia.

Hadirnya Pinjaman Atur Sendiri di aplikasi OVO menandai langkah berikutnya dalam kolaborasi Superbank dan OVO untuk menghadirkan layanan keuangan yang semakin terintegrasi. Ke depan, kedua perusahaan akan terus berinovasi menghadirkan solusi yang memudahkan masyarakat mengelola kebutuhan finansial mereka, mulai dari transaksi, menabung, hingga pembiayaan, dalam pengalaman yang semakin sederhana, aman, dan terpercaya.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Read Entire Article
Politics | | | |