Toyota Veloz Hybrid Resmi Turun Harga Jadi Rp303 Juta, Tapi Hanya untuk Tipe Ini

1 hour ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA —Agen Tunggal Pemegang Merek Toyota Astra Motor memperluas akses masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan dengan memangkas harga New Veloz Hybrid menjadi Rp303 juta untuk varian tipe V. Langkah ini menjadi bagian dari strategi Toyota untuk mempercepat adopsi teknologi hybrid di pasar otomotif nasional.

Vice President Director PT Toyota-Astra Motor (TAM) Henry Tanoto mengatakan kebijakan harga khusus itu merupakan bagian dari program “Hybrid for Everyone” agar semakin banyak konsumen Indonesia dapat beralih ke kendaraan rendah emisi.

Ia menjelaskan bahwa harga normal New Veloz Hybrid berada di kisaran Rp308 juta hingga Rp385 juta, namun Toyota memberikan insentif khusus untuk varian V agar teknologi hybrid lebih terjangkau.

“Harga Veloz Hybrid itu Rp308 juta sampai Rp385 juta. Tapi khusus karena kita ingin mempopulerkan hybrid lebih luas, kita kasih harga spesial Rp303 juta hanya untuk yang tipe V saja,” ujar Henry di IIMS 2026, Jakarta, Kamis (5/2/2026).

Program harga khusus tersebut berlaku hingga akhir Juni 2026, setelah sebelumnya mendapatkan respons positif sejak diperkenalkan pada November 2025.

“Kita sudah introduce sejak November dan animasinya sangat positif. Karena itu kita perpanjang sampai sekitar akhir Juni agar lebih banyak masyarakat bisa membeli Veloz Hybrid tipe V,” kata Henry.

Ia menambahkan, Veloz Hybrid diposisikan sebagai model paling terjangkau di jajaran hybrid Toyota, setelah sebelumnya Toyota memiliki hybrid kelas atas seperti Alphard serta segmen menengah seperti Innova.

“Kalau yang high kita sudah punya Alphard, yang mid ada Innova. Sekarang kita perkenalkan Veloz supaya lebih banyak masyarakat bisa akses teknologi hybrid,” ujarnya.

Dari sisi industri, Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Nandi Julyanto menegaskan bahwa pengembangan hybrid Toyota di Indonesia juga membawa nilai tambah bagi industri nasional.

Menurut dia, kendaraan hybrid yang diproduksi di dalam negeri memiliki tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) sekitar 70–80 persen, tergantung modelnya.

“Sekitar 70 sampai 80 persen TKDN-nya, tergantung model,” kata Nandi.

Ia menilai peningkatan penjualan kendaraan, termasuk hybrid, menjadi indikator penting optimisme ekonomi nasional.

“Kalau penjualan kendaraan bagus, optimisme meningkat dan ekonomi juga bergerak. Kita harus optimistis dengan ekonomi Indonesia,” ujar Nandi.

Read Entire Article
Politics | | | |