Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ketegangan diplomatik antara Iran dan Jerman kembali mengemuka ketika Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi melancarkan serangan verbal keras terhadap Kanselir Jerman Friedrich Merz. Serangan itu dilontarkan di tengah kunjungan Merz ke sejumlah negara Teluk: Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab, yang bertujuan memperkuat kemitraan energi, investasi, serta kerja sama keamanan kawasan.
Melalui platform X, Araghchi tidak hanya mengkritik kebijakan Merz, tetapi juga menyerang karakter pribadi sang kanselir. Ia menyebut Merz memiliki “naivitas politik” dan “karakter yang menjijikkan,” serta menyesalkan fakta bahwa Merz kini menjabat sebagai Kanselir Jerman.
“Jerman pernah menjadi mesin kemajuan di Eropa, sekarang telah berubah menjadi mesin kemunduran,” tulis Araghchi, sebagaimana diberitakan Euronews. Kritik itu secara khusus diarahkan pada peran Jerman bersama Prancis dan Inggris, kelompok yang dikenal sebagai E3, dalam perundingan program nuklir Iran.
Pernyataan keras Araghchi muncul setelah Merz, dalam rangkaian lawatannya ke negara-negara Teluk, menyatakan bahwa kerja sama Jerman dengan kawasan tersebut juga harus berkontribusi pada “mempromosikan perdamaian di Timur Tengah.” Dalam pernyataan yang sama, Merz menegaskan bahwa kekerasan di kawasan harus dihentikan dan Jerman siap “meningkatkan tekanan lebih lanjut” terhadap Teheran, termasuk mendorong pembicaraan untuk segera mengakhiri program nuklir Iran.
Merz juga mengisyaratkan perubahan kebijakan Berlin terkait ekspor senjata, dengan mengatakan pemerintahannya akan mengambil pendekatan yang kurang ketat ke depan, sebuah sikap yang memicu kritik tambahan dari Teheran.
Dalam konteks inilah Araghchi menuduh Merz melukiskan gambaran yang menyimpang tentang Iran. Ia menyebut Kanselir Jerman itu berkhayal bahwa Iran berada di ambang kehancuran. Menurut laporan kantor berita APA, pernyataan Merz tersebut disampaikan dalam forum diskusi kebijakan luar negeri dan keamanan, ketika ia menilai tekanan internasional dan sanksi dapat melemahkan Iran secara signifikan dalam waktu singkat. Merz menyampaikan pandangan itu sebagai pembenaran atas perlunya tekanan politik dan diplomatik yang lebih keras terhadap Teheran.

2 hours ago
3















































