loading...
Banyak pasangan tetap ingin mempertahankan nuansa budaya yang memiliki tempat istimewa di hati mereka, khususnya budaya Jawa yang sarat makna dan filosofi. Foto/Dok. SindoNews
JAKARTA - Perkembangan tren pesta pernikahan kini semakin modern. Namun, banyak pasangan tetap ingin mempertahankan nuansa budaya yang memiliki tempat istimewa di hati mereka, khususnya budaya Jawa yang sarat makna dan filosofi. Tradisi tidak lagi dipandang kuno, melainkan menjadi identitas yang membanggakan ketika dikemas dengan tepat
Dilansir dari Bridestory Wedding Trend Survey Report 2025 yang melibatkan 5.000 partisipan, konsep pernikahan dengan pernikahan tradisional mencapai 12,4%. Meskipun konsep international masih menjadi yang paling popular, traditional wedding tetap memiliki peminat tersendiri, terutama bagi pasangan yang ingin menghadirkan identitas dan nilai budaya. Baca juga: Islam Menganjurkan Pernikahan Diumumkan ke Publik, Begini Alasannya!
Konsep tradisional-modern inilah yang diusung Happy Wedding Organizer dalam menghadirkan pernikahan bernuansa Jawa Pakem yang dipadukan dengan sentuhan modern. Dengan demikian tercipta suasana mewah dan berkelas, namun tetap menonjolkan nilai budaya.
Konsep utama yang mereka tonjolkan adalah riasan dan busana pengantin tradisional Jawa Pakem. Tata rias mengikuti pakem adat yang autentik, mulai dari paes ageng, cundhuk mentul, hingga kebaya dan kain batik yang penuh makna. ”Setiap detail melambangkan doa dan harapan bagi kehidupan rumah tangga pengantin,” kata Founder Happy Wedding Organizer, Gina dalam siaran tertulis, Selasa (3/3/2026).
Sentuhan modern tetap dihadirkan melalui teknik rias yang lebih halus dan segar, sehingga tampilan pengantin terlihat anggun tanpa meninggalkan nilai tradisi. ”Kru kami juga sama, menggunakan kostum beskap kombinasi modern, sehingga setiap acara yang kami tangani terlihat selaras,” ujarnya.
















































