Warga Palestina memeriksa kerusakan akibat serangan Israel yang menargetkan kamp pengungsi di Kota Gaza, pada 9 Januari 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengonfirmasi bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin telah menerima undangan melalui jalur diplomatik untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian untuk Gaza. Peskov pada hari Senin (19/1/2026) menyatakan bahwa Rusia sedang mempelajari semua detail proposal dewan tersebut dan berharap dapat menjalin kontak dengan Amerika Serikat untuk mengklarifikasi semua nuansa.
Selain isu Gaza, Kremlin juga menyatakan sedang memantau dengan cermat perkembangan terkini di sekitar Greenland, menyusul banyaknya informasi mengkhawatirkan yang masuk. Peskov menambahkan, sulit untuk tidak setuju dengan sejumlah ahli yang meyakini bahwa Presiden AS Donald Trump, jika berhasil menyelesaikan masalah akuisisi Greenland, akan tercatat dalam sejarah dunia.
Di sisi lain, Moskow disebut terus menjaga komunikasi melalui jalur diplomatik dengan penjabat presiden Venezuela, Delcy Rodriguez. Peskov menegaskan bahwa pembicaraan antara Putin dan Rodriguez dapat segera diatur jika diperlukan, meski rencana konkretnya belum ada.
Latar Belakang Pembentukan Dewan Perdamaian Gaza
Undangan untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian Gaza juga telah diterima oleh Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban. Pada hari Minggu (18/1/2026), Orban mengumumkan melalui platform X bahwa ia telah menerima undangan terhormat dari Presiden Donald Trump untuk bergabung sebagai anggota pendiri. Orban bahkan mempublikasikan surat undangan Trump yang secara personal membubuhkan koreksi tulisan tangan, mengubah salam "Kepada Perdana Menteri yang terhormat" menjadi "Kepada Victor yang terhormat."
Pembentukan Dewan Perdamaian Gaza secara resmi diumumkan oleh Gedung Putih pada Jumat malam (17/1/2026), bersamaan dengan pengesahan susunan Komite Nasional Palestina untuk Administrasi Gaza sebagai bagian dari tahap kedua rencana komprehensif Trump untuk mengakhiri perang di Jalur Gaza. Pengumuman ini memicu berbagai pertanyaan publik mengenai struktur, kewenangan, dan hubungan dewan dengan mekanisme pemerintahan di Gaza.
Struktur dan Tujuan Dewan Perdamaian
Berdasarkan penjelasan yang dilansir Aljazeera, Dewan Perdamaian bertujuan untuk mengawasi secara strategis pelaksanaan "peta jalan 20 poin" yang berfokus pada perdamaian abadi, stabilitas, rekonstruksi, dan pembangunan ekonomi Gaza. Dewan ini juga bertugas menjamin akuntabilitas dan memobilisasi sumber daya internasional selama masa transisi dari perang ke pembangunan.
sumber : Antara

11 hours ago
4















































