Trump Dijadwalkan Hadir di World Economic Forum

2 hours ago 2

Presiden AS Donald Trump saat berpidato di depan Majelis Umum PBB di New York pada 23 September 2025.

REPUBLIKA.CO.ID, DAVOS – Presiden Amerika Serikat Donald Trump diperkirakan akan bertemu para pemimpin bisnis global di Davos pada Rabu (21/1/2026). Sejumlah sumber yang mengetahui agenda tersebut menyebutkan, kehadiran Trump membayangi pertemuan tahunan elite global di Swiss.

Para pemimpin bisnis, termasuk CEO dari sektor jasa keuangan, kripto, dan konsultasi, diundang menghadiri sebuah resepsi setelah pidato Trump dalam pertemuan tahunan World Economic Forum (WEF). Hal itu disampaikan sejumlah sumber kepada Reuters pada Senin (19/1/2025). Namun, agenda pertemuan tersebut belum dijelaskan secara rinci.

Salah seorang CEO menyebutkan dalam agenda pribadinya tercantum resepsi Presiden Donald J Trump. Sumber lain mengatakan, undangan tersebut ditujukan kepada para CEO global, tidak terbatas hanya dari Amerika Serikat. Salah satu sumber menambahkan, undangan itu berasal dari Gedung Putih.

Anthony Scaramucci, investor yang sempat menjabat sebagai direktur komunikasi Trump pada masa jabatan pertamanya, mengatakan ia mengetahui rencana pertemuan tersebut.

Trump dijadwalkan tiba pada Rabu (21/1/2026) di resor pegunungan Swiss tersebut dan akan menyampaikan pidato khusus. Sejumlah pejabat tinggi Amerika Serikat, termasuk Menteri Keuangan Scott Bessent, turut mendampingi Trump.

Sementara itu, China diwakili oleh Wakil Perdana Menteri He Lifeng yang dijadwalkan menyampaikan pidato khusus pada Selasa (20/1/2026). Ia juga akan menjadi tuan rumah resepsi bersama para CEO dan pendiri perusahaan global, kata seorang sumber kepada Reuters. Kementerian Luar Negeri China belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar di luar jam kerja.

Agenda WEF tahun ini sebagian tersisih oleh langkah-langkah kebijakan Presiden Amerika Serikat yang dinilai dramatis, termasuk tuntutannya dalam beberapa hari terakhir agar Amerika Serikat mengambil alih Greenland.

Penyelenggara WEF menyatakan lebih dari 3.000 delegasi dari lebih 130 negara akan menghadiri forum tahun ini, termasuk 64 kepala negara dan pemerintahan, terutama dari negara berkembang. Sejumlah kepala negara anggota G7 juga tercantum dalam daftar peserta, dengan sorotan utama pada perubahan kebijakan Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Trump.

sumber : Reuters

Read Entire Article
Politics | | | |