Trump Kenakan Tarif Impor 32 Persen untuk Produk Indonesia

18 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON – Presiden AS Donald Trump telah mengumumkan tarif timbal balik parsial terhadap semua mitra dagang AS. Produk-produk dari Indonesia yang diimpor AS bakal terkena tarif sebesar 32 persen melalui kebijakan yang diperkirakan mengguncang perekonomian dunia tersebut.

“Tidak akan pernah ada transformasi suatu negara seperti transformasi yang terjadi di Amerika Serikat,” kata Trump dalam pernyataan yang ia sampaikan di Rose Garden, Gedung Putih. Ia menamai hari pengumuman itu sebagai Hari Pembebasan.

Dalam pernyataannya pada Rabu waktu AS, Trump mengatakan tarif dasar sebesar 10 persen akan dikenakan pada semua impor AS. Setidaknya 60 negara akan menghadapi tarif individual, yang dihitung sebesar setengah dari tarif dan hambatan lain yang “dibebankan kepada AS” oleh negara-negara tersebut. Misalnya, dia mengatakan, Uni Eropa mengenakan tarif sebesar 39 persen terhadap impor AS, sehingga AS akan mengenakan tarif sebesar 20 persen.

Dengan skema itu. dalam daftar yang ditunjukkan Trump, produk Indonesia yang diimpor AS akan dikenai tarif 32 persen. Di Asia Tenggara, persentase tarif atas produk Indonesia adalah salah satu yang paling tinggi meski masih di bawah Kamboja (49 persen), Vietnam (46 persen), dan Thailand (36 persen). 

Aljazirah melansir, Trump menggambarkan tarif timbal balik parsial sebagai tindakan yang “baik”. Dia juga mengatakan kepada perusahaan mana pun “yang menolak tarif timbal balik yang masuk akal” untuk memproduksi produk mereka di AS.

“Jawaban saya sangat sederhana, jika mereka mengeluh, jika Anda ingin tarif Anda nol, maka Anda membangun produk Anda di sini, di Amerika, karena tidak ada tarif,” kata Trump.

Trump mengatakan tarif tersebut akan berdampak pada industri AS, yang pada akhirnya akan mengarah pada perekonomian yang lebih kuat dan harga yang lebih rendah bagi konsumen AS. Banyak ekonom mempertanyakan seberapa efektif pendekatan tersebut, dan memperingatkan bahwa hal tersebut dapat meningkatkan inflasi dan menyebabkan resesi.

“Pekerjaan dan pabrik akan kembali hadir di negara kita,” kata Trump. "Kami akan meningkatkan basis industri dalam negeri. Kami akan membuka pasar luar negeri dan menghilangkan hambatan perdagangan luar negeri, dan pada akhirnya, lebih banyak produksi di dalam negeri akan berarti persaingan yang lebih kuat dan harga yang lebih rendah bagi konsumen."

"Ini akan menjadi masa keemasan Amerika. Kita akan kembali menjadi sangat kuat," tambahnya.

Trump bersusah payah menggambarkan perubahan ini sebagai sesuatu yang “bersejarah”, dengan membayangkan kembalinya periode 1789 hingga 1913, ketika AS memperoleh sebagian besar pendapatannya dari tarif. Sejak itu, negara ini sangat bergantung pada pajak federal. Trump menjanjikan peningkatan pada industri dan manufaktur AS, menepis kekhawatiran bahwa pendekatan drastis ini dapat menyebabkan resesi. 

Selepas mengeluarkan pernyataan di Rose Garden, ia duduk sebentar di depan meja untuk menandatangani perintah eksekutif yang memberlakukan tarif timbal balik pada semua mitra dagang. Ia mengharapkan para kepala negara menghubunginya untuk mengajukan pengecualian atas kebijakan tarif ini, “Semua presiden asing, perdana menteri, raja, ratu, duta besar dan semua orang yang akan segera menelepon untuk meminta pengecualian tarif ini”, Trump menyampaikan pesan. “Saya berkata, 'Hentikan tarif Anda sendiri. Hilangkan hambatan Anda.'”

Read Entire Article
Politics | | | |