Turki Siap Bantu Pertahanan Saudi, Ujian Pertama Pakta Mekkah?

1 hour ago 3

loading...

Turki siap bantu pertahanan Saudi. Foto/X

MEKKAH - Turki menyatakan siap membantu memenuhi kebutuhan militer Arab Saudi saat Riyadh menghadapi peningkatan serangan dari kelompok Houthi Yaman; situasi ini berpotensi menjadi ujian besar pertama bagi pakta pertahanan Mekkah yang baru saja ditandatangani.

Bulan lalu, Arab Saudi, Turki, dan Pakistan menandatangani Kesepakatan Pertahanan Bersama Mekkah, yang menetapkan bahwa serangan bersenjata terhadap salah satu dari ketiga negara anggota tersebut dianggap sebagai serangan terhadap ketiganya, di tengah meningkatnya ketegangan regional.

Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan mengatakan bahwa Arab Saudi mungkin memerlukan bantuan militer, khususnya terkait "masalah teknis", dan Ankara tidak keberatan untuk menyediakannya.

Pernyataan tersebut muncul seiring dengan semakin seringnya serangan rudal dan pesawat nirawak (drone) Houthi yang menyasar kota-kota, infrastruktur energi, dan jalur pelayaran Arab Saudi, sehingga membuka front baru dalam konflik regional yang lebih luas yang bermula dari perang AS-Israel melawan Iran pada bulan Februari. Eskalasi ini juga meningkatkan risiko terkait pasokan energi global, seiring kelompok Houthi yang berafiliasi dengan Iran memperketat kendali mereka atas Laut Merah—jalur yang selama ini digunakan sebagai rute alternatif bagi ekspor minyak Arab Saudi di tengah blokade Selat Hormuz.

Lantas, apa makna tawaran Turki dalam praktiknya, dan akankah pakta pertahanan tersebut memicu keterlibatan militer dari negara-negara anggotanya?

Saat berbicara kepada media Turki pada hari Sabtu, Menteri Luar Negeri Hakan Fidan menyatakan bahwa Arab Saudi mungkin memiliki kebutuhan militer akibat serangan Houthi yang terus berlanjut, dan bahwa Ankara siap memberikan bantuan berdasarkan perjanjian pertahanan dengan Riyadh serta Islamabad.

"Kami melihat adanya serangan yang sangat serius terhadap integritas wilayah dan kedaulatan Arab Saudi," ujar Fidan kepada saluran penyiaran Turki, NTV.

Read Entire Article
Politics | | | |