REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat sepanjang 2025 mencapai 3.885.070 orang. Tren kunjungan itu mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 3.435.438 orang.
"Untuk jumlah kunjungan tahun 2025 Alhamdulillah trennya naik dibandingkan tahun sebelumnya. Ini tentunya capaian yang sangat positif," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan KBB, Asep Dendih saat dikonfirmasi, Rabu (21/1/2026).
Jumlah kunjungan wisatawan sepanjang tahun 2025 itu terperinci di Januari sebanyak 411.771 orang, Februari ada 236.401 orang, Maret ada 94.873 orang, April ada 415.876 orang, Mei ada 334.532 orang, Juni ada 376.096 orang, Juli ada 398.939 orang, Agustus ada 281.244 orang, September ada 273.347 orang, Oktober ada 267.595 orang, November ada 319.640 orang dan Desember ada 474.757 orang. "Kalau di pariwisata itu ada istilahnya peak season dan hight season. Kalau melihat data tahun 2025 memang paling tinggi itu saat momen libur peak season di Natal dan Tahun Baru," terang Asep.
Berdasarkan data Disparbur KBB, saat ini terdapat 159 daya tarik wisata (DTW) yang tersebar di Bandung Barat. Rinciannya 91 wisata alam, 19 titik wisata budaya dan 49 titik wisata buatan. Selain itu ada juga 287 restoran atau rumah makan dan 307 fasilitas akomodasi, baik hotel, resort, maupun vila serta 158 atraksi.
Kepala Bidang Pariwisata pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan KBB David Oot menambahkan, ada beberapa faktor yang menyebabkan adanya peningkatan jumlah kunjungan wisata sepanjang 2025. Di antaranya Dari aksesibilitas, amenitas dan atraksi wisata yang terus mengalami peningkatan kualitas.
"Dan pelaku usaha wisata selalu berusaha untuk menyuguhkan wahana wisata terbarunya sehingga memambah daya tarik destinasi yang dikelolanya dengan menambahkan unsur edukasi serta kreatifitas yang menyebabkan wisatawan tertarik untuk berkunjung," jelas David.
Kolaborasi pemerintah daerah dengan seluruh pelaku usaha atau stakehorders kepariwisataan yang berkomitmen untuk memberikan pelayan terbaik bagi pengunjung menurut David menjadi faktor lain meningkatkan kunjungan wisatawan. "Jadi proses recalling bisa terwujud dimana kita selaku pengelola berharap kunjungan bisa berlaku secara berkelanjutan atau kita butuh proses repeter terlaksana dengan catatan tata kelola destinasi selalu ditingkatan sesuai SOP yang ada," ujar David.
David optimistis tren positif kunjungan wisata akan berlanjut di tahun ini. Pihaknya bakal fokus melakukan pengembangan pariwisata ke wilayah Barat dan Selatan sehingga tidak terfokus di wilayah Utara seperti Lembang, Parongpong dan Cisarua.
"Secara umumnya kami selalu optimis. Kami selalu kolabroasi dengan pelaku usaha dan stakeholder kepariwisataan kepariwisataan di Bandung Barat untuk memberikan pelayanan terbaik. Jadi wisatawan tidak bosan untuk berkunjung," kata David.

2 hours ago
3















































