Kinerja Operasional Solid 2025, MNC Energy Investments Siap Akselerasi Produksi di 2026

16 hours ago 30

loading...

Di tahun 2025, IATA berhasil memproduksi 3,56 juta metric ton (MT) batubara dengan total penjualan mencapai 3,38 juta MT, atau sekitar 80% dari target Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2025. Foto/Dok

JAKARTA - PT MNC Energy Investments Tbk (IDX: IATA) mencatatkan kinerja operasional positif sepanjang 2025, serta berada pada posisi strategis untuk mengakselerasi skala produksi batubara secara signifikan pada 2026 melalui optimalisasi seluruh wilayah Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP-OP) yang dikelola.

Di tahun 2025, IATA berhasil memproduksi 3,56 juta metric ton (MT) batubara dengan total penjualan mencapai 3,38 juta MT, atau sekitar 80% dari target Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2025. Capaian ini didukung oleh dimulainya produksi IUP-OP PT Arthaco Prima Energy sejak kuartal III 2025, yang terus memperkuat basis operasional IATA.

Memasuki 2026, IATA menargetkan total produksi hingga 7,85 juta MT, melonjak 179% dibanding RKAB 2025, dengan kontribusi dari masing-masing IUP-OP sebagai berikut, PT Arthaco Prima Energy (APE): 3,00 juta MT, PT Indonesia Batu Prima Energi (IBPE): 1,10 juta MT, dan PT Putra Muba Coal (PMC): 3,75 juta MT.

Baca Juga: MNC Energy Investments dan KPP Mining Masuki Fase Produksi dengan 1st Digging Ceremony

Target produksi tahun 2026 bersifat indikatif, sesuai dengan pengajuan RKAB ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia (menunggu persetujuan). Target ini ditopang oleh fundamental operasional IATA yang solid berupa cadangan batubara yang signifikan, infrastruktur terintegrasi, serta kesiapan logistik dan fasilitas pendukung di seluruh area operasional.

IUP-OP APE

Memiliki cadangan batu bara sebesar 222 juta MT (GAR 3.100-3.300). Terdapat jalan hauling pit-to-port sepanjang +10 km, tidak bersinggungan dengan jalan umum, serta terpasang geotekstil dan perkerasan batu split secara menyeluruh.

Memiliki 2 jetty manual dengan kapasitas 10.000 MT/hari, serta akan segera memulai konstruksi Barge Loading Conveyor (BLC) 4 feeder berkapasitas 40.000 MT/hari. Kapasitas pelabuhan eksisting mencapai 250.000 MT/bulan dan akan dinaikan menjadi 1.200.000 MT/bulan.

Read Entire Article
Politics | | | |