4 Alasan Elon Musk Akan Dijadikan Nama Kapal Induk AS Terbaru, Salah Satunya Simbol Kebangkitan Militer

1 day ago 4

loading...

Kapal induk AS terbaru akan diberi nama seperti Elon Musk. Foto/U.S. Navy

WASHINGTON - Angkatan Laut AS akan meluncurkan kapal induk berikutnya, CVN 80, akhir tahun ini. Sebagai perubahan dari nama USS Enterprise yang direncanakan, kapal tersebut sekarang akan dinamai menurut Penasihat Senior Presiden, Elon Musk .

Angkatan Laut AS akan menamai kapal induk berikutnya USS Musk menurut perintah eksekutif yang akan dikeluarkan oleh Donald Trump. Kapal tersebut, yang awalnya akan diberi nama USS Enterprise (CVN 80), diharapkan akan diluncurkan oleh Huntington Ingalls Industries (HII) pada bulan November. Ini akan menjadi kapal induk pertama yang diberi nama sesuai nama Penasihat Senior Presiden yang masih menjabat.

4 Alasan Elon Musk Akan Dijadikan Nama Kapal Induk AS Terbaru, Salah Satunya Simbol Kebangkitan Militer

1. Perintah Langsung Donald Trump

Perintah eksekutif tentang penamaan kapal akan mengikuti draf perintah pada bulan Februari yang berjudul 'Make Shipbuilding Great Again'. Perintah itu membahas ketidakseimbangan dalam pembuatan kapal antara Amerika Serikat dan China. Presiden Trump mengatakan saat itu, "Dulu kita membuat begitu banyak kapal. Sekarang kita tidak banyak membuatnya lagi, tetapi kita akan membuatnya dengan sangat cepat, segera."

2. Simbol Kebangkitan Militer AS

Melansir Naval News, USS Musk akan menjadi kapal induk kelas Gerald R Ford ketiga dan akan menggantikan USS Dwight D Eisenhower (CVN 69) yang beroperasi mulai tahun 2029. Perubahan nama tersebut dipandang sebagai bagian dari tindakan keras yang lebih luas terhadap apa yang dianggap sebagai 'kebangkitan' di militer.

Kapal induk kelas Ford termasuk yang terbesar di dunia, dengan bobot sekitar 100.000 ton, mengangkut 2.600 awak, dan sekitar 75 pesawat. Hanya kelas Nimitz sebelumnya, dan kelas Fujian Tipe-004 baru milik Tiongkok yang ukurannya sebanding.


3. Menggunakan Teknologi Elektromagnetik

Kapal ini dilengkapi sistem peluncur pesawat elektromagnetik (EMALS). Hal ini sesuai dengan minat mobil listrik yang dimiliki kapal baru ini. Namun, teknologi ini telah dikritik oleh Presiden Trump.

Pada tahun 2017, ia menyerukan untuk kembali menggunakan ketapel uap lama, mengeluh bahwa "teknologi digital menghabiskan ratusan juta dolar lebih banyak dan tidak bagus". Tidak jelas apakah arsitek angkatan laut memperhatikan keahlian presiden dalam desain kapal.

4. Muncul Isu Menhan AS Juga Akan Dijadikan Nama Kapal Induk

Juga bagian dari perintah 'Buat Nama Kapal Hebat Lagi', laporan menunjukkan bahwa kapal baru lainnya, kapal Signal Intelligence (SIGINT), akan dinamai menurut Menteri Pertahanan Amerika Serikat Hegseth. Hal ini telah dibantah oleh sekretaris pers Gedung Putih. Pemerintah telah mengkritik keras spekulasi yang didasarkan pada sumber-sumber yang tidak dirahasiakan.

Sementara itu, tampaknya kapal komisaris tertua di Angkatan Laut AS, USS Constitution, akan dibuang. Kapal tua yang terbuat dari kayu itu dianggap tidak lagi layak untuk digunakan. Berbicara selama akhir pekan, juru bicara DOGE mencatat bahwa kapal kayu tidak memiliki tempat dalam peperangan modern. Ini juga akan membebaskan hutan ek Angkatan Laut untuk tujuan komersial.

(ahm)

Read Entire Article
Politics | | | |