6 Kampus BUMN Beri Ratusan Beasiswa untuk Generasi Muda, Ini Syaratnya

1 hour ago 7

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG - Aliansi Perguruan Tinggi Badan Usaha Milik Negara (APERTI BUMN) kembali meluncurkan Program Beasiswa APERTI BUMN Tahun 2026, di Ruang Theater, Universitas Logistik dan Bisnis Internasional, Kota Bandung, Senin (25/5/2026). Program beasiswa kolaboratif yang diselenggarakan oleh enam perguruan tinggi di lingkungan BUMN ini mengusung tema 'Membangun Talenta Muda Unggul dalam Transformasi Energi, Teknologi, dan Logistik Menuju Industri Berkelanjutan Indonesia'.

Tahun 2026 ini, APERTI BUMN menyediakan total 312 kuota beasiswa penuh dan parsial bagi calon mahasiswa berprestasi dari seluruh Indonesia. Jumlah ini meningkat dibandingkan dengan kuota pada tahun 2025 sebanyak 301 beasiswa dan tahun 2024 sebanyak 295 beasiswa.

"Sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2019 dengan kuota awal hanya 30 beasiswa, program ini telah berkembang lebih dari sepuluh kali lipat dalam kurun waktu tujuh tahun, mencerminkan konsistensi serta penguatan peran perguruan tinggi BUMN dalam memperluas akses pendidikan tinggi berkualitas," ujar Ketua APERTI BUMN, Iwa Garniwa, yang juga menjabat sebagai Rektor Institut Teknologi PLN.

Menurut Prof Iwa, tingginya minat masyarakat terhadap program ini turut menjadi cerminan kepercayaan publik. Pada penyelenggaraan tahun 2025, Beasiswa APERTI BUMN tercatat menarik 12.707 pendaftar dari berbagai daerah di Indonesia, yang kemudian melalui rangkaian seleksi ketat untuk memperebutkan kuota yang tersedia.

Syarat Pendaftaran Beasiswa

Iwa menjelaskan, program Beasiswa APERTI BUMN 2026 diselenggarakan oleh enam perguruan tinggi anggota aliansi yakni Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI), Institut Teknologi PLN (ITPLN), Universitas Pertamina (UPER), Universitas Logistik dan Bisnis Internasional (ULBI), Telkom University (Tel-U), serta Politeknik Semen Indonesia (Poltek-SI). Keenam perguruan tinggi tersebut memiliki kekhasan keilmuan yang saling melengkapi, mencakup bidang energi, kelistrikan, telekomunikasi, material dan semen, serta logistik dan bisnis internasional.

"Program Beasiswa APERTI BUMN 2026 dirancang sebagai ikhtiar strategis dalam menyiapkan talenta muda yang siap menjadi penggerak transformasi industri nasional," katanya.

Melalui program ini, kata dia, APERTI BUMN berkomitmen melahirkan talenta muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga siap menjadi motor penggerak transformasi energi, teknologi, dan logistik. "Kami percaya bahwa investasi terbaik untuk masa depan Indonesia yang berkelanjutan adalah dengan membekali generasi emas kita dengan kompetensi inovatif yang selaras dengan dinamika industri modern,” kata Iwa.

Program Beasiswa APERTI BUMN 2026, terbuka bagi siswa dan siswi SMA/SMK/MA atau sederajat lulusan tahun 2025 dan 2026. Calon pendaftar diwajibkan melampirkan nilai rapor semester 1 hingga semester 5, serta dapat melengkapi berkas pendaftaran dengan sertifikat prestasi akademik maupun non-akademik yang diraih selama menempuh pendidikan menengah.

Pendaftaran dilakukan melalui laman Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) perguruan tinggi tujuan, dengan ketentuan bahwa setiap peserta hanya diperbolehkan memilih satu perguruan tinggi anggota APERTI BUMN sebagai tujuan studi. Tahapan seleksi terdiri atas lima rangkaian, meliputi pendaftaran dan unggah dokumen, seleksi administrasi, seleksi ujian masuk atau Tes Potensi Akademik, seleksi wawancara, serta pengumuman penerima beasiswa.

Mekanisme detail pada setiap tahapan akan disesuaikan dengan standar dan kebijakan masing-masing perguruan tinggi penyelenggara. Adapun biaya pendaftaran program ditetapkan sebesar Rp 100.000,- (seratus ribu rupiah). Adapun, pendaftaran Beasiswa APERTI BUMN 2026 dibuka pada 25 Mei hingga 7 Juni 2026.

Sedangkan seleksi administrasi dilaksanakan pada 8 hingga 12 Juni 2026, dilanjutkan dengan seleksi ujian masuk pada 18 Juni 2026, serta seleksi wawancara pada 25 hingga 26 Juni 2026. Pengumuman penerima beasiswa dijadwalkan pada 2 Juli 2026 melalui kanal resmi APERTI BUMN dan laman masing-masing perguruan tinggi penyelenggara.

Read Entire Article
Politics | | | |