Alasan Mengapa Pahala Orang Berakhlak Mulia Bisa Sedahsyat Ini

2 hours ago 5

Ilustrasi kegiatan dzikir yang melembutkan hati dan meningkatkan kualitas akhlak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Rasulullah SAW diutus ke muka bumi dengan salah satu misi utama menyempurnakan akhlak manusia. Nabi Muhammad SAW menjadi teladan terbaik dalam hubungan kepada Allah SWT, sesama manusia, maupun kepada seluruh makhluk.

Kemuliaan akhlak Rasulullah SAW bahkan ditegaskan langsung dalam Alquran. Allah SWT berfirman:

وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ

Wa innaka la‘alā khuluqin ‘azhīm.

Artinya: “Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (QS Al-Qalam ayat 4).

Dalam ajaran Islam, mengikuti akhlak Rasulullah SAW diyakini dapat mengangkat derajat seorang Muslim. Orang yang memiliki akhlak mulia akan lebih mudah mendapatkan penghormatan, dicintai lingkungan sekitar, serta memperoleh kedudukan tinggi di sisi Allah SWT.

Bahkan, akhlak yang baik disebut dapat menyamai derajat orang-orang yang tekun beribadah. Hal tersebut sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadis:

يَا عَلِيُّ، إِنَّ الرَّجُلَ لَيَبْلُغُ بِالْخُلُقِ الْحَسَنِ دَرَجَةَ الصَّائِمِ الْقَائِمِ الْمُغَازِ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ

Yā ‘Aliyyu, innar-rajula layablughu bil-khuluqil hasani darajatas shāimil qāimi wal-mughāzi fī sabīlillāh.

Artinya: “Wahai Ali, sesungguhnya seseorang dengan akhlak yang baik dapat mencapai derajat orang yang ahli puasa, ahli shalat malam, dan orang yang berperang di jalan Allah.”

Keterangan tersebut tercantum dalam kitab Wasiyatul Musthafa karya Imam Asy-Sya’rani, Syekh Abdul Wahab bin Ahmad Asy-Sya’rani Al-Anshari Asy-Syafi’i.

Makna hadis tersebut menunjukkan bahwa akhlak mulia memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam Islam. Sikap baik kepada keluarga, tetangga, teman, guru, dan masyarakat dinilai sebagai amalan yang dapat mengangkat derajat seseorang di sisi Allah SWT.

Karena itu, umat Islam dianjurkan meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya memperbanyak ibadah ritual, tetapi juga memperkuat adab dan perilaku terhadap sesama.

Read Entire Article
Politics | | | |