loading...
Chief Impact Officer Plan International Pete Manfield menghadiri Interactive Discussion di Jakarta, Kamis (13/8/2026). Foto: Ist
JAKARTA - Bencana bukan hanya meninggalkan kerusakan fisik. Bagi anak perempuan, situasi setelah bencana dapat memunculkan persoalan yang jauh lebih panjang, dari trauma, hilangnya rasa aman, terganggunya pendidikan, tekanan psikologis, hingga meningkatnya risiko kekerasan dan perkawinan anak dapat menjadi persoalan yang terus berlanjut dalam fase pemulihan. Kondisi ini menjadi perhatian yang harus ditanggulangi bersama.
Chief Impact Officer Plan International Pete Manfield mengatakan meningkatnya frekuensi dan intensitas krisis iklim membuat pendekatan terhadap bencana tidak bisa lagi hanya mengandalkan respons setelah kejadian.
Menurut dia, masyarakat perlu dipersiapkan menghadapi risiko yang semakin sulit diprediksi, termasuk melalui penguatan kapasitas komunitas, organisasi lokal, sekolah, serta pemerintah.
Baca juga: Menteri PPPA Prioritaskan Trauma Healing Perempuan dan Anak Korban Bencana Sumatera
“Risiko iklim semakin sering terjadi dan dampaknya semakin besar. Kita tidak bisa hanya menunggu krisis terjadi kemudian meresponsnya. Kita perlu membangun ketangguhan sebelum krisis terjadi dan memastikan masyarakat memiliki kapasitas untuk menghadapi risiko tersebut,” ujar Pete dalam Interactive Discussion di Jakarta, Kamis (13/8/2026).
Dia menekankan pentingnya pendekatan berbasis komunitas. Pengetahuan dan kapasitas lokal harus menjadi bagian dari sistem kesiapsiagaan sehingga masyarakat tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan dan melindungi kelompok rentan di lingkungan mereka.
Salah satu contoh yang dapat dilakukan memperkuat kesiapsiagaan sekolah, termasuk meningkatkan kapasitas guru dan tenaga pendidikan dalam menghadapi kondisi darurat. Sistem perlindungan anak juga perlu dipersiapkan agar anak yang terpisah dari keluarga selama proses evakuasi dapat segera ditemukan dan dipertemukan kembali.
Selain aspek fisik, Pete menyoroti pentingnya kesehatan mental dalam proses pemulihan. “Pemulihan bukan hanya tentang membangun lama,” ucapnya.


















































