Campak pada Anak: Ancaman Serius yang Kerap Diremehkan, Ini Penjelasan Pakar FKK UMJ

3 hours ago 9

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Campak masih menjadi salah satu penyakit infeksi yang kerap dianggap sepele oleh sebagian orang tua. Padahal, menurut para pakar kesehatan, penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi serius, terutama pada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap.

Berkaitan dengan hal tersebut, dokter spesialis anak yang juga seorang dosen dari Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jakarta (FKK UMJ) dr. Muhammad Adib Mahara, Sp.A., akan menjelaskan serta memberikan pemahaman mendalam terkait penyakit campak pada anak.

Campak Penyakit Menular Berisiko Tinggi pada Anak

dr. Muhammad Adib Mahara, Sp.A. atau yang biasa di panggil dr. Adib Mahara menjelaskan bahwa Campak merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus, yaitu Measles virus. Penularannya terjadi sangat cepat melalui percikan droplet saat penderita batuk, bersin, atau bahkan berbicara. Karena sifatnya yang sangat mudah menyebar, campak sering kali menjadi wabah di lingkungan dengan cakupan imunisasi rendah.

“Pada anak-anak, terutama yang berusia di bawah lima tahun atau memiliki daya tahan tubuh lemah, penyakit ini dapat berkembang menjadi komplikasi serius seperti pneumonia, diare berat, hingga ensefalitis atau radang otak. Dalam kasus tertentu, campak bahkan dapat berujung pada kematian,” ujarnya.

Gejala Awal Campak dan Langkah Penanganannya

Gejala awal campak sering kali menyerupai flu biasa, sehingga kerap tidak disadari. Anak biasanya mengalami demam tinggi, batuk, pilek, serta mata merah atau konjungtivitis.

“Salah satu tanda khas yang perlu diwaspadai adalah munculnya bercak putih kecil di dalam mulut yang dikenal sebagai bercak Koplik. Setelah itu, ruam kemerahan akan muncul dari wajah dan menyebar ke seluruh tubuh,” kata dr. Adib Mahara.

Kelompok yang paling rentan terhadap campak adalah anak usia di bawah lima tahun, khususnya bayi yang belum mendapatkan imunisasi. Namun demikian, anak yang lebih besar tetap berisiko jika belum menerima vaksinasi secara lengkap.

Penanganan Campak pada Anak

Jika anak menunjukkan gejala yang mengarah pada campak, orang tua disarankan untuk segera mengambil langkah awal seperti mengistirahatkan anak di rumah, memastikan asupan cairan tercukupi, serta memberikan obat penurun demam bila diperlukan.

“Anak juga perlu diisolasi sementara untuk mencegah penularan ke orang lain. Meski begitu, konsultasi dengan tenaga medis tetap menjadi langkah penting untuk memastikan diagnosis,” kata dr. Adib Mahara.

Dalam hal pengobatan, campak tidak memiliki terapi khusus karena disebabkan oleh virus. Penanganan yang diberikan umumnya bersifat suportif, yaitu untuk meredakan gejala dan mencegah komplikasi. Pemberian vitamin A sangat dianjurkan karena terbukti dapat mengurangi tingkat keparahan penyakit pada anak.

Peran Orang Tua dalam penanganan Campak

Orang tua juga perlu waspada terhadap tanda bahaya yang mengharuskan anak segera dibawa ke fasilitas kesehatan, seperti demam tinggi yang tidak kunjung turun, anak terlihat lemas, tidak mau makan atau minum, mengalami sesak napas, kejang, atau ruam yang disertai kondisi yang semakin memburuk.

Peran orang tua dalam mencegah penyebaran campak di rumah sangat krusial. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain mengisolasi anak yang sakit, menggunakan masker saat kontak dekat, menjaga kebersihan tangan, serta tidak membawa anak keluar rumah selama masih dalam masa penularan.

Kabar baiknya, anak yang sudah pernah terkena campak umumnya akan memiliki kekebalan seumur hidup terhadap penyakit ini. Namun, langkah pencegahan tetap menjadi hal utama yang tidak boleh diabaikan.

“Campak adalah penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi, seperti vaksin MR vaccine. Oleh karena itu, orang tua diimbau untuk memastikan anak mendapatkan vaksin sesuai jadwal,” kata dr. Adib Mahara.

Read Entire Article
Politics | | | |