Apa Itu Jalur Pipa Timur-Barat Arab Saudi yang Dihancurkan Houthi?

1 hour ago 5

loading...

Jalur pipa minyak bumi Timur Barat Arab Saudi dihancurkan Houthi. Foto/oilandgasmiddleeast

RIYADH - Penutupan ini tidak berarti pasar global kehilangan pasokan 7 juta barel per hari, karena angka tersebut mewakili kapasitas maksimum pipa, bukan jumlah ekspor aktual yang disalurkan melalui Yanbu.

Keputusan Arab Saudi untuk menutup jalur pipa minyak vital Timur-Barat menyusul serangan pesawat nirawak (drone) telah kembali menyoroti peran penting jalur tersebut dalam mengalirkan minyak mentah dari wilayah penghasil minyak di bagian timur kerajaan menuju Laut Merah, tanpa harus melewati Selat Hormuz.

Kementerian Energi Saudi menyatakan pada hari Jumat bahwa jalur pipa tersebut menjadi sasaran serangan beberapa pesawat nirawak pada Kamis pagi di wilayah Riyadh dan Madinah, sehingga pihak berwenang menghentikan operasinya sebagai langkah pencegahan.

Seorang pejabat kementerian, sebagaimana dikutip oleh Saudi Press Agency (SPA), mengatakan bahwa tim darurat dan teknis telah mulai mengamankan jalur pipa serta memeriksa aspek keselamatannya, seraya menambahkan bahwa perkembangan lebih lanjut akan diumumkan begitu informasi tersedia.

Kementerian Luar Negeri Saudi menyatakan bahwa serangan tersebut dilakukan menggunakan beberapa pesawat nirawak yang diluncurkan dari Irak dan mengakibatkan korban luka serta kerusakan material.

Kementerian tidak merinci jumlah korban, tingkat kerusakan pada jalur pipa maupun stasiun pompanya, ataupun perkiraan durasi penutupan tersebut.

Namun, mengingat peran sentral jalur pipa Timur-Barat dalam sistem ekspor minyak Arab Saudi—terutama di tengah menurunnya pelayaran melalui Selat Hormuz akibat konflik AS-Iran saat ini—penghentian operasionalnya membawa implikasi yang melampaui sekadar kerusakan fasilitas energi domestik.

Melansir Anadolu, jalur pipa Timur-Barat, yang juga dikenal sebagai Petroline, merupakan salah satu sistem transportasi minyak mentah terpenting di Arab Saudi.

Dioperasikan oleh perusahaan energi negara Aramco, jalur ini membentang sepanjang kurang lebih 1.200 kilometer (745 mil) dari Abqaiq di Provinsi Timur kerajaan tersebut hingga Yanbu di pesisir Laut Merah. Pipa tersebut sepenuhnya berada di wilayah Arab Saudi dan tidak melintasi perbatasan negara lain.

Namun, fungsi strategisnya melampaui sekadar transportasi domestik. Pipa ini mengalirkan minyak mentah dari wilayah produksi dan pengolahan utama kerajaan di bagian timur menuju kilang, fasilitas penyimpanan, dan terminal ekspor di pesisir baratnya.

Hal ini memungkinkan Arab Saudi untuk memindahkan minyak mentah dalam jumlah besar ke Laut Merah tanpa harus melintasi Selat Hormuz di tengah konflik militer yang sedang berlangsung antara AS dan Iran.

Kementerian Energi Arab Saudi menyatakan pada tanggal 12 April bahwa kapasitas pemompaan penuh pipa Timur-Barat (East-West pipeline) mencapai sekitar 7 juta barel per hari.

Read Entire Article
Politics | | | |