Israel Kuasai Gunung Hermon Suriah, Mengapa Negara-negara Arab Murka?

14 hours ago 30

loading...

PM Israel Benjamin Netanyahu kunjungi puncak Gunung Hermon, wilayah Suriah yang dikuasai pasukan Zionis Israel. Kunjungan tersebut memicu kemarahan negara-negara Arab. Foto/EurAsian Times

DAMASKUS - Ketika perhatian dunia masih tertuju pada perang Rusia-Ukraina dan kemajuan pesat kelompok Houthi di Yaman, Israel diam-diam terus mengonsolidasikan wilayah yang berhasil dikuasainya di Suriah.

Pada 9 September, Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengunjungi perbatasan Suriah dan juga meninjau puncak Gunung Hermon di Suriah bagian selatan. Dalam kunjungan tersebut, Netanyahu mengatakan, "Israel tidak akan membiarkan pasukan teroris mana pun membangun kekuatannya di perbatasan kami, dan ini merupakan salah satu pencapaian terbesar kami dalam perang.”

Baca Juga: Unit 4000 IRGC Iran Dituduh Targetkan Tanjung Priok, Ahlubait Indonesia Pertanyakan Pengaitan Ketua Umumnya

Menteri Pertahanan Israel Israel Katz dan Wakil Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Mayor Jenderal Tamir Yadai turut mendampingi Netanyahu.

Pernyataan Netanyahu mengenai “pasukan teroris” diduga merupakan rujukan terselubung terhadap Hay’at Tahrir al-Sham (HTS), kelompok yang dipimpin Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa, yang sebelumnya pernah menjadi anggota jaringan al-Qaeda.

Netanyahu juga mengatakan Israel sangat dekat dengan “runtuhnya rezim” di Iran.

“Kami berkomitmen untuk mengalahkan rezim teror di Iran—dan kami akan melakukannya,” kata Netanyahu ketika memandang wilayah Suriah dari puncak Gunung Hermon. Dia menambahkan, “Seluruh poros akan jatuh untuk selamanya.”

Netanyahu lebih lanjut mengatakan Israel kini menguasai seluruh wilayah dari Gunung Hermon hingga Laut Mediterania. “Kontrol mutlak yang belum pernah terjadi sebelumnya," katanya.

Menekankan pentingnya kendali Israel atas Gunung Hermon, Netanyahu mengatakan: “Menjelang Rosh Hashanah, kami berada di puncak Gunung Hermon. Damaskus berada tepat di sini, Lebanon berada di sana, Dataran Tinggi Golan Suriah juga berada di sana, dan kami menguasai seluruh wilayah dari Mahkota Hermon hingga Sungai Yarmouk, dan dari sini hingga Laut Mediterania.”

Kunjungan Netanyahu bersama menteri pertahanannya merupakan pesan yang jelas kepada Suriah dan Turki bahwa Israel akan tetap berada di wilayah tersebut. Kunjungan itu juga menunjukkan bahwa wilayah Suriah yang diduduki IDF setelah runtuhnya pemerintahan Bashar Al-Assad dalam kekacauan akan tetap berada di bawah kendali Israel.

Menteri Pertahanan Katz juga secara langsung menyampaikan pesan kepada Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa. Dia mengatakan militer Israel akan mempertahankan kehadirannya di zona yang disebut sebagai “zona keamanan” dan tidak akan menarik diri dari wilayah tersebut.

Negara-Negara Arab Murka

Sejumlah pemerintah Arab mengecam kunjungan Netanyahu ke puncak Gunung Hermon, termasuk Suriah, Kuwait, dan Qatar.

Kementerian Luar Negeri Suriah menyebut kunjungan tersebut sebagai tindakan “ilegal” dan “provokatif”.

Kuwait menyebutnya sebagai “masuk secara ilegal ke Gunung Hermon, Suriah” dan meminta Dewan Keamanan PBB mengambil tindakan untuk menghentikan serangan terhadap kedaulatan negara Arab tersebut.

Kementerian Luar Negeri Yordania juga menyebut kunjungan itu sebagai “pelanggaran mencolok” terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Suriah serta “pelanggaran terang-terangan” terhadap hukum internasional.

Read Entire Article
Politics | | | |