Ariana Grande Kembali Kecam Trump karena Pakai Lagunya di Medsos

7 hours ago 9

Ariana Grande. Grande kembali mengecam Presiden Amerika Serikat Donald Trump setelah salah satu lagunya digunakan dalam video TikTok politik yang diunggah akun Team Trump.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penyanyi Ariana Grande kembali mengecam Presiden Amerika Serikat Donald Trump setelah salah satu lagunya digunakan dalam video TikTok politik yang diunggah akun Team Trump. la secara tegas meminta agar musiknya tidak lagi digunakan untuk mendukung pesan politik.

Pada Kamis (20/8/2026), akun TikTok Team Trump mengunggah video yang menggunakan lagu Grande, "We Can't Be Friends (Wait For Your Love)", sebagai musik latar. Lagu yang dirilis pada 2024 tersebut dipakai dalam video yang menampilkan Trump berjalan menuju podium dalam sebuah rapat umum.

Video itu memanfaatkan tren viral yang terinspirasi dari salah satu lirik lagu Grande, "Me and my truth we sit in silence". Di bawahnya, tim Trump menambahkan tulisan, "Pria tidak bisa melahirkan dan tidak boleh berkompetisi dalam olahraga perempuan". Unggahan itu kemudian diperkuat dengan keterangan, "Ini seharusnya tidak kontroversial! #trump #arianagrande #maga".

Grande kemudian merespons langsung di kolom komentar. la mendesak agar Trump tidak pernah lagi menggunakan musiknya. "Jangan pernah gunakan musik saya lagi," kata Grande dalam komentar yang kini dihapus, dilansir laman People, Ahad (23/8/2026).

Ini bukan kali pertama Grande mengecam penggunaan musiknya oleh Trump. Pada awal Juni lalu, ia juga mengkritik pemerintahan Trump karena menggunakan lagu "Bye" dalam video TikTok yang mempromosikan operasi penangkapan oleh agen ICE (Badan Imigrasi dan Bea Cukai AS).

la melontarkan kritik langsung melalui kolom komentar video tersebut. Grande menegaskan ia tidak mengizinkan musiknya dikaitkan dengan kebijakan maupun tindakan yang menurutnya tidak manusiawi.

"Tolong jangan pernah menggunakan musik saya terkait dengan omong kosong yang biadab, tidak manusiawi, dan keji ini. Pers*tan ICE," kata Grande dikutip dari Billboard, Jumat (12/6/2026).

Perwakilan Grande telah mengonfirmasi bahwa komentar pada video itu memang ditulis langsung oleh sang musisi. Namun kini komentar tersebut tampaknya sudah dihapus.

Video TikTok yang diunggah Gedung Putih menampilkan kompilasi rekaman agen ICE saat melakukan penangkapan. Setelah diprotes Grande, video tersebut sudah kini tidak menggunakan audio.

Read Entire Article
Politics | | | |