Arkeolog sedang meneliti di Situs Leang Bulu Bettue, Kabupaten Maros, Sulawesi.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Usia lukisan gua di Leang Metandono, Kabupaten Maros, menjadi perdebatan dunia ilmiah, sepekan terakhir. Ini menyusul arkeolog asal Prancis Georges Sauvet mengkritisi metodologi pengukuran usia lukisan gua itu. Menurut Sauvet, metodologi tersebut bias, rawan kekeliruan, dan perlu diuji dengan pengujian bersilang dengan metodologi lainnya.
Argumen Sauvet ini mendapat tanggapan dari arkeolog asing lainnya, dari Kanada, Portugal, dan Australia. Yang menurut para arkeolog ini, kemungkinan bias metodologi bukan hanya terjadi di satu metodologi saja, misal Uranium-Thorium (U/Th), tetapi juga menjadi tantangan seluruh metodologi penentuan umur.
Apalagi menurut mereka alur pengujian sampel lukisan gua Leang Metanduno serta penjelasannya dianggap rinci dan bisa dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, usia 71 ribu tahun yang lalu sampai 67 ribu tahun yang lalu atas lukisan gua di Leang Metanduno tetap bisa dipertahankan.
Sauvet menulis artikel ilmiah berjudul 'Uranium-thorium dating: the race towards the earliest rock art'. Artikel ini diterbitkan di Aplomb Publication, AOJ of Historarchaeology & Anthropological Exploration Volume 2 Issue 1 - 2026, pada 20 Mei lalu.
Inti tulisannya adalah metode penanggalan uranium-thorium (U-Th) berpotensi menghasilkan usia yang tidak akurat. Karena itu, menurut dia, setiap hasil penanggalan U-Th perlu diverifikasi menggunakan metode lain sebelum suatu usia dapat diterima sebagai valid.
Salah satu yang menolak kritik Sauvet adalah João Zilhão, profesor riset di Universitas Lisboa sekaligus salah satu penulis studi seni cadas Spanyol. Menurut Zilhão, semua metode penanggalan memiliki potensi kesalahan.
Ia mencontohkan metode karbon-14 yang selama ini dianggap sebagai standar dalam arkeologi. Metode tersebut juga rentan terhadap kontaminasi yang dapat memengaruhi hasil pengukuran.
Demikian pula dengan metode optically stimulated luminescence (OSL), yang digunakan untuk menentukan kapan suatu material terakhir kali terpapar cahaya. Menurut Zilhão, metode itu juga dapat menghasilkan usia yang terlalu tua apabila peneliti tidak memperhitungkan emisi sisa dari butiran mineral dalam sampel.

5 hours ago
13

















































