Arsenal Awali Liga Primer 2026/27 dengan Kemenangan Telak, Arteta Ingin Emirates Jadi Benteng Kukuh

7 hours ago 11

Penyerang Arsenal Kai Havertz merayakan golnya ke gawang Coventry City dalam laga pembuka Liga Primer Inggris musim 2026/2027 di Stadion Emirates, London, Sabtu (22/8/2026) dini hari WIB.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelatih Arsenal Mikel Arteta ingin atmosfer Stadion Emirates pada musim 2026/2027 menjadi salah satu kekuatan utama timnya dalam mempertahankan gelar Liga Primer Inggris. Kemenangan 3-0 atas Coventry City pada laga pembuka, Sabtu (22/8/2026) dini hari WIB, dinilai menjadi awal yang positif untuk membangun atmosfer tersebut.

Arteta berupaya menghidupkan kembali atmosfer di Emirates agar stadion kebanggaan Arsenal tersebut menjadi benteng yang ditakuti tim-tim tamu. Musim lalu, para pendukung Arsenal sempat beberapa kali mendapat kritik karena kegelisahan mereka dinilai turut memberikan pengaruh kepada tim ketika berjuang mengejar gelar juara liga.

Meski kemenangan atas Coventry belum menentukan perjalanan Arsenal sepanjang musim, Arteta melihat hasil tersebut dapat menjadi pertanda positif mengenai apa yang mungkin terjadi ke depannya. Ia ingin dukungan dari tribun tetap terjaga, terutama ketika Arsenal menghadapi situasi sulit dalam pertandingan.

"Mari kita lihat bagaimana reaksi kita saat kedudukan masih 0-0 atau saat kita mungkin sedang tertinggal dalam pertandingan," ujar Arteta ketika ditanya BBC Sport mengenai atmosfer di dalam stadion.

"Hari ini adalah awal pertandingan, dan dua gol tersebut jelas menjadi landasan yang baik bagi semua orang untuk merasakan hal ini. Namun, saya rasa kita semua juga sudah belajar di masa lalu bahwa hal seperti itu sangat membantu tim. Dan tentu saja, atmosfer stadion seperti ini sungguh menyenangkan untuk disaksikan maupun saat bermain sepak bola," kata Arteta.

Arsenal mengawali langkah mempertahankan gelar Liga Primer Inggris dengan meyakinkan setelah menundukkan tim promosi Coventry City 3-0 di Stadion Emirates. Kai Havertz, Bukayo Saka, dan Martin Odegaard menjadi pencetak gol kemenangan tuan rumah.

Arsenal hanya membutuhkan waktu 23 menit untuk membangun keunggulan dua gol. Havertz membuka skor pada menit ke-15 sebelum Saka menggandakan keunggulan delapan menit kemudian, membuat Coventry yang diasuh Frank Lampard berada dalam tekanan.

Read Entire Article
Politics | | | |