Pentagon di Era Hegseth Pecat Pemimpin Media Militer, Isu Sensor Menguat

8 hours ago 12

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pentagon bergerak memecat penerbit dan pemimpin redaksi Stars and Stripes, media militer Amerika Serikat yang sebagian dibiayai uang pembayar pajak. Seorang reporter yang meliput Timur Tengah juga menerima pemberitahuan pemecatan.

Langkah tersebut memicu perhatian karena menyentuh isu independensi editorial Stars and Stripes, media yang selama puluhan tahun melayani anggota militer AS dan keluarga mereka.

Menurut CBS News dan sejumlah media di Amerika, surat pemberhentian disampaikan pada Jumat kepada Penerbit Max Lederer dan Pemimpin Redaksi Erik Slavin. Keduanya diberi waktu lima hari untuk mengajukan banding. Reporter Lara Korte juga mengatakan telah menerima pemberitahuan bahwa dirinya akan diberhentikan.

Pentagon menyebut insubordinasi atau pembangkangan sebagai alasan pemecatan. Slavin dan Korte mengatakan tuduhan tersebut berkaitan dengan wawancara mereka bersama CBS News dalam program CBS Sunday Morning yang ditayangkan pada Juli.

Dalam wawancara itu, Slavin menegaskan terdapat batas yang tidak dapat diterima apabila Pentagon mencoba menentukan isi pemberitaan Stars and Stripes. “Menurut pemberitahuan itu, saya dipecat karena menyatakan dalam wawancara dengan CBS bahwa penyensoran berita untuk anggota militer merupakan garis merah. Kantor urusan publik Pentagon menuduh saya melakukan pembangkangan,” kata Slavin.

Ia menegaskan tetap mempertahankan prinsip independensi media tersebut. “Saya tetap berpegang pada prinsip bahwa Stars and Stripes harus tetap independen secara editorial, sebagaimana diwajibkan oleh undang-undang dan kebijakan departemen itu sendiri,” ujarnya.

Dalam wawancara sebelumnya, Slavin ditanya mengenai garis merah yang tidak akan dilanggarnya sebagai pemimpin redaksi. Ia memberikan contoh apabila Pentagon meminta redaksi tidak menerbitkan berita yang akurat dan menggantinya dengan naskah yang telah ditentukan institusi tersebut.

“Jangan terbitkan berita yang sepenuhnya akurat, terbitkan yang ini saja. Ini sudah ditulis oleh Pentagon. Itu akan menjadi garis merah,” kata Slavin.

Korte juga mempertanyakan keputusan pemberhentian tersebut. Ia menyebutnya sebagai pukulan bagi institusi dan anggota militer yang menurutnya berhak memperoleh informasi dari pers yang bebas dan independen.

“Saya bangga dengan pekerjaan yang saya dan rekan-rekan lakukan di Stars and Stripes, terutama selama enam bulan terakhir meliput konflik berkepanjangan di Iran,” kata Korte.

“Keluarga militer dan anggota militer mempercayai kami untuk menyampaikan pengalaman mereka kepada dunia dan saya tidak menganggap kepercayaan itu sebagai sesuatu yang ringan.”

Korte sebelumnya juga menegaskan posisinya sebagai jurnalis, bukan bagian dari mesin komunikasi Pentagon.

“Saya bekerja untuk Stars and Stripes. Bukan untuk Pentagon, bukan untuk pemerintahan mana pun, bukan untuk pembuat kebijakan mana pun. Saya berada di sini untuk meliput komunitas militer,” ujarnya.

Departemen Pertahanan AS menolak memberikan komentar ketika dimintai tanggapan oleh CBS News pada Jumat. Penasihat Gedung Putih Stephen Miller, ketika ditanya mengenai laporan pemecatan itu, mengatakan dirinya yakin setiap pemecatan dilakukan berdasarkan alasan yang sah.

“Jika ada orang yang dipecat, itu karena alasan yang dapat dibenarkan,” kata Miller.

Tak lama setelah kabar tersebut muncul, Stars and Stripes menerbitkan surat terbuka dari Kapten William Urban. Ia mengatakan telah ditunjuk sekitar dua pekan sebelumnya sebagai wakil militer untuk penerbit dan ikut membantu memimpin organisasi tersebut. Urban menyampaikan tiga prioritas yang menurutnya perlu dijalankan Stars and Stripes ke depan.

sumber : Antara

Read Entire Article
Politics | | | |