AS Gertak Iran, Umumkan Latihan Militer Besar-Besaran di Timur Tengah

2 hours ago 5

Kapal induk USS Abraham Lincoln saat berlayar di Selat Hormuz di dekat Iran pada 2019.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON – Amerika Serikat telah mengumumkan rencana untuk mengadakan latihan militer besar-besaran dalam beberapa hari di Timur Tengah. Hal ini seiring negara tersebut mengerahkan apa yang disebut Donald Trump sebagai “armada” yang dipimpin oleh USS Abraham Lincoln ke wilayah tersebut sebagai bagian dari ketegangan dengan Iran.

Rencana latihan militer itu diumumkan ketika Gedung Putih mengisyaratkan akan melancarkan serangan baru terhadap Iran setelah negara itu diguncang unjuk rasa besar-besaran beberapa waktu lalu. 

The Guardian melansir, Pusat Angkatan Udara, komponen udara dari Komando Pusat AS (CENTCOM), mengatakan pada Selasa bahwa pihaknya akan mengadakan “latihan kesiapan beberapa hari untuk menunjukkan kemampuan mengerahkan, membubarkan, dan mempertahankan kekuatan udara tempur di seluruh wilayah tanggung jawab Komando Pusat AS”.

“Latihan ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan penyebaran aset dan personel, memperkuat kemitraan regional dan mempersiapkan pelaksanaan respons yang fleksibel,” tambah Pusat Angkatan Udara dalam sebuah pernyataan.

Tanggal, lokasi dan daftar aset militer AS yang akan ikut serta dalam latihan tersebut belum dipublikasikan. Namun latihan tersebut tampaknya dirancang untuk menunjukkan kemampuan AS dalam mengerahkan kekuatan di wilayah tersebut ketika ketegangan dengan Iran meningkat.

CENTCOM mengatakan bahwa mereka akan melakukan latihan tersebut dalam kemitraan dengan negara-negara di Timur Tengah. Mereka juga mengumumkan rencana untuk bermitra dengan Bahrain dalam latihan pertahanan yang akan mencakup melatih kemampuan untuk menjatuhkan drone, yang merupakan potensi ancaman serangan balik jika terjadi serangan AS terhadap Iran.

Namun pengerahan tersebut juga membuat marah sekutu utama AS di Timur Tengah. Kementerian Luar Negeri Uni Emirat Arab mengatakan bahwa mereka tidak akan mengizinkan wilayah udara, wilayah, atau perairannya digunakan untuk menyerang Iran, dengan mengatakan bahwa mereka akan menjaga netralitas dan berupaya untuk meningkatkan stabilitas regional.

Angkatan udara AS akan “melakukan semua aktivitas dengan persetujuan negara tuan rumah dan berkoordinasi erat dengan otoritas penerbangan sipil dan militer, dengan menekankan keselamatan, ketepatan dan penghormatan terhadap kedaulatan”, bunyi pernyataan itu.

Read Entire Article
Politics | | | |