Ilustrasi kapal selam kelas virginia bertenaga nuklir. Kapal selam ini dilengkapi dengan Rudal Tomahawk yang mampu menembak sasaran sejauh seribu kilometer.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pakta pertahanan AUKUS kembali mendapat dukungan kuat dari petinggi militer Amerika Serikat. Kepala Operasi Angkatan Laut AS (Chief of Naval Operations), Admiral Daryl Caudle, menyebut kerja sama pertahanan antara Amerika Serikat, Inggris, dan Australia itu sebagai peluang strategis “sekali seumur hidup” bagi Canberra di tengah meningkatnya dinamika keamanan kawasan Indo-Pasifik.
Pernyataan tersebut disampaikan Caudle dalam sidang di House Armed Services Committee, sebagaimana dilaporkan Daily Telegraph Australia, Kamis (15/5).
“Ini adalah peluang sekali seumur hidup,” kata Caudle terkait proyek kapal selam nuklir dalam skema AUKUS.
AUKUS merupakan pakta keamanan trilateral yang dibentuk Amerika Serikat, Inggris, dan Australia pada 2021. Salah satu agenda utamanya ialah pengembangan dan transfer kapal selam bertenaga nuklir kepada Australia guna memperkuat keseimbangan kekuatan di kawasan Indo-Pasifik.
Caudle menegaskan dirinya mendukung penuh implementasi AUKUS, termasuk rencana penempatan kapal selam kelas Virginia milik AS ke Australia. “Saya sepenuh hati mendukung AUKUS,” ujarnya.
Menurut Caudle, proyek tersebut telah dirancang secara bertahap sehingga tidak akan mengganggu kesiapan tempur Angkatan Laut Amerika Serikat. Ia menyebut Washington juga tengah memperkuat infrastruktur dan kerja sama operasional di Australia Barat sebagai bagian dari implementasi pakta tersebut.
“Kami benar-benar sedang membangunnya,” kata Caudle merujuk pada keterlibatannya dalam pengembangan AUKUS Pillar I, yakni program kapal selam nuklir.
Laporan tersebut menunjukkan Washington memandang AUKUS bukan sekadar proyek pertahanan biasa, melainkan bagian dari strategi jangka panjang menghadapi meningkatnya pengaruh China di kawasan Indo-Pasifik.
Australia diposisikan sebagai salah satu mitra utama Barat dalam memperkuat jaringan keamanan maritim regional, terutama di tengah meningkatnya rivalitas geopolitik antara Amerika Serikat dan China.
Meski demikian, proyek AUKUS juga menghadapi sejumlah tantangan. Beberapa laporan sebelumnya menyoroti kapasitas industri kapal selam Amerika Serikat yang dinilai masih mengalami keterlambatan produksi.

4 hours ago
8

















































