Komandan senior Brigade Al-Qassam, Izzuddin Al-Haddad.
REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV— Pengumuman Israel mengenai penargetan terhadap komandan Brigade Izzuddin Al-Qassam, Izzuddin Al-Haddad, yang dikenal dengan julukan “Hantu Al-Qassam”, kembali menyoroti kebijakan pembunuhan terarah yang dijalankan Tel Aviv di Gaza.
Langkah ini memunculkan pertanyaan mengenai makna di balik waktu pelaksanaannya serta dampaknya terhadap struktur sayap militer gerakan Hamas.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, bersama Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, dalam pernyataan bersama mengumumkan bahwa Al-Haddad menjadi target serangan udara terhadap sebuah apartemen di kawasan Rimal, Kota Gaza. Mereka menyebut operasi itu dilaksanakan atas arahan langsung dari keduanya.
Menurut pernyataan Israel, dilansir Aljazeera, Sabtu (16/5/2026), Al-Haddad merupakan salah satu tokoh militer paling penting di Hamas.
Pernyataan tersebut juga menegaskan bahwa Israel Defense Forces dan badan keamanan dalam negeri Shin Bet akan terus menjalankan apa yang mereka sebut sebagai kebijakan menghilangkan ancaman, serta memburu pihak-pihak yang dianggap bertanggung jawab atas serangan 7 Oktober.
Di sisi lain, sumber dari layanan ambulans dan tanggap darurat melaporkan jatuhnya tujuh korban syahid, termasuk tiga perempuan dan seorang anak-anak, selain lebih dari 50 orang terluka akibat pengeboman terhadap sebuah apartemen dan kendaraan sipil di kawasan Rimal, sebelah barat Kota Gaza.
Melalui layar interaktif, jurnalis Suhaib Al-Asa menjelaskan bahwa serangan terjadi di area persimpangan Jalan Al-Jalaa dengan salah satu jalan kecil di kawasan Rimal, yang merupakan salah satu wilayah paling padat penduduk di bagian barat Kota Gaza.
Dia menambahkan, data yang tersedia menunjukkan operasi dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama berupa serangan terhadap apartemen tempat tinggal, lalu beberapa menit kemudian sebuah mobil yang berusaha meninggalkan lokasi menuju Rumah Sakit Al-Shifa melalui Jalan Al-Jalaa atau Jalan Yarmouk ikut dibombardir.
Menurutnya, pola serangan beruntun itu menunjukkan bahwa militer Israel berusaha memastikan target tidak selamat, terutama karena terdapat dugaan korban luka dari serangan pertama dipindahkan ke kendaraan yang kemudian kembali menjadi sasaran.

2 hours ago
7

















































