AS Tahan Mantan Mata-mata Elite Israel, Ini Penyebabnya

9 hours ago 20

loading...

Alon, perempuan transgender yang pernah jadi mata-mata elite militer Israel, ditahan ICE Amerika Serikat. Foto/i24 News

WASHINGTON - Badan Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai (ICE) Amerika Serikat (AS) telah menahan seorang perempuan transgender asal Israel yang pernah bertugas di direktorat intelijen militer Zionis. Mantan mata-mata elite Zionis itu kini menghadapi deportasi dari AS setelah dinyatakan bersalah dalam kasus penculikan.

ICE mengatakan bahwa pihaknya telah menahan mantan mata-mata yang diidentifikasi dengan nama depan Alon tersebut. “[Menahan] warga negara asing ilegal dengan catatan kriminal asal Israel, dalam operasi penindakan yang ditargetkan di Concord, New Hampshire," kata ICE.

Baca Juga: Takut Dihabisi Iran, Shin Bet Evakuasi Putra PM Israel Benjamin Netanyahu

“Riwayat kriminal Alon mencakup vonis atas ancaman kriminal terhadap seseorang dengan senjata mematikan, penculikan, dan kepemilikan narkoba,” imbuh ICE dalam unggahan di media sosial, seperti dikutip dari Middle East Eye, Minggu (30/8/2026).

Alon sebelumnya bertugas di Unit 81 militer Israel, yang dianggap sebagai salah satu divisi paling rahasia di militer Israel. Unit tersebut mengkhususkan diri dalam pengembangan teknologi untuk operasi khusus Direktorat Intelijen.

The Jerusalem Post mengutip pengacara Alon yang mengatakan bahwa setelah bertugas di Unit 81, Alon menjalani transisi gender dan kemudian menduduki posisi senior di bidang teknik di Amazon dan Microsoft.

Alon sebenarnya ditangkap pada September 2024 terkait penculikan seorang pria yang dikenalnya. Dia mencurigai pria tersebut telah memasukkan GHB, obat yang kerap dikaitkan dengan kasus pembiusan untuk pemerkosaan saat kencan, ke dalam botol air minumnya.

The Jerusalem Post melaporkan bahwa ide penculikan tersebut muncul setelah seorang teman lainnya, Brian Levy, diduga menyarankan agar korban diinterogasi.

Read Entire Article
Politics | | | |