REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Drama tersaji di Stadion Atleti Azzurri d'Italia, Bergamo, Kamis (26/2/2026) dini hari WIB. Tuan rumah Atalanta berhasil mewujudkan misi yang awalnya nyaris mustahil tapi ternyata tuntas lewat momen menegangkan pada pengujung laga.
Atalanta memastikan tiket ke babak 16 besar Liga Champions dengan menundukkan Borussia Dortmund 4-1 pada leg kedua playoff, sekaligus membalikkan agregat menjadi 4-3 setelah sebelumnya kalah 0-2 di Jerman. Gol penentu lahir pada masa tambahan waktu lewat eksekusi penalti Lazar Samardzic pada menit ke-98.
Hadiah penalti diberikan setelah Ramy Bensebaini dianggap melakukan pelanggaran berbahaya saat mencoba menyapu bola dan mengenai kepala Nikola Krstovic di kotak terlarang. Setelah tinjauan VAR yang cukup lama, wasit menunjuk titik putih dan Samardzic menuntaskannya dengan sepakan keras ke sudut atas gawang.
Kemenangan tersebut membawa Atalanta ke babak 16 besar untuk menghadapi Arsenal atau Bayern Munchen. Kepastiannya baru akan diketahui lewat undian yang berlangsung Jumat (27/2/2026).
Pemain terbaik laga, Davide Zappacosta, menegaskan kemenangan itu menjadi jawaban atas keraguan banyak pihak. “Semua orang meremehkan kami, tetapi pertandingan ini menunjukkan betapa kuatnya tim ini. Kami selalu percaya dan tidak pernah menyerah,” ujarnya.
Ia menyebut status sebagai tim underdog justru menjadi bahan bakar tambahan. “Itu memberi motivasi ekstra. Kami mencoba melampaui batas kemampuan untuk membalikkan keadaan. Sangat sulit, tetapi kami sudah berkali-kali menunjukkan kekuatan kami di kandang,” katanya.
Bagi Dortmund, kekalahan ini mengakhiri petualangan mereka di Eropa musim ini. Tim asuhan Niko Kovac kini harus segera mengalihkan fokus ke Bundesliga, termasuk laga krusial menghadapi Bayern Munchen, akhir pekan nanti.
Kapten Dortmund Emre Can mengakui timnya tampil jauh dari kata sempurna. “Ketika Anda kebobolan empat gol di babak play-off, akan sulit untuk lolos. Dengan begitu banyak kesalahan individu, situasinya menjadi berat. Kami juga memiliki beberapa peluang emas yang gagal dimanfaatkan,” ujarnya.
Atalanta tampil agresif sejak awal demi mengejar defisit dua gol. Gianluca Scamacca membuka harapan lewat gol cepat pada menit kelima. Tekanan tuan rumah berlanjut dan menjelang turun minum, tembakan Zappacosta yang berbelok arah membuat skor menjadi 2-0.
Memasuki babak kedua, Atalanta semakin percaya diri. Sundulan Mario Pasalic membawa mereka unggul 3-0 dan membalikkan agregat. Dortmund sempat membalas lewat Karim Adeyemi pada menit ke-75 sehingga peluang laga dituntaskan pada perpanjangan waktu terbuka.
Namun, drama belum selesai. Pelanggaran Bensebaini pada masa tambahan waktu berujung penalti, dan Samardzic memastikan kemenangan 4-1 bagi Atalanta dengan sepakan terakhir pertandingan.
sumber : Reuters

3 hours ago
4















































