Ayat Al Quran tentang Nabi Isa yang Menjelaskan Jalan yang Lurus

1 day ago 3

loading...

Ayat Al Quran tentang Nabi Isa yang menjelaskan jalan yang lurus tertuang dalam Surat Ali Imran, dalam surat tersebut Nabi Isa AS dengan tegas menyatakan konsep tauhid. Foto ilustrasi/ist

Ayat Al Quran tentang Nabi Isa alaihissalam yang menjelaskan jalan yang lurus tertuang dalam Surat Ali Imran . Dalam ayat tersebut Nabi Isa AS dengan tegas menyatakan konsep tauhid.

Nabi Isa AS dengan tegas menyatakan konsep tauhid, sebagaimana terbaca dalam Al-Quran surat Ali Imran ayat 51 :

اِنَّ اللّٰهَ رَبِّىۡ وَرَبُّكُمۡ فَاعۡبُدُوۡهُ‌ ؕ هٰذَا صِرَاطٌ مُّسۡتَقِيۡمٌ

Artinya "Sesungguhnya Allah itu Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus."

Pada ayat ini dijelaskan ucapan Nabi Isa kepada kaumnya, bahwa Allah swt adalah Tuhan mereka bersama-sama yang harus disembah, dengan pernyataan keesaan Allah dan pengakuan bahwasanya Allah itu adalah Tuhan alam semesta, karena itu sembahlah Dia.

Inilah di antara perintah Nabi Isa kepada kaumnya, agar mereka mempunyai kepercayaan yang benar yaitu tauhid, selalu menunaikan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya lahir dan batin. Itulah jalan yang lurus dan lapang yang digariskan oleh para rasul, yaitu jalan yang menuju kepada kebahagiaan dunia dan akhirat".

Al-Qur’an memberikan banyak keterangan mengenai Nabi Isa yang tersebar di berbagai ayat. Salah satu surah yang menyoroti kisahnya adalah surah Maryam, yang merupakan surah ke-19 dalam Al-Qur’an. Nama surah ini sendiri merujuk pada ibu Nabi Isa, yaitu Maryam, dan di dalamnya terdapat penjelasan rinci mengenai peristiwa kelahirannya.

Dalam surah ini, Al-Qur’an menggambarkan percakapan antara Maryam dan malaikat. Maryam merasa terkejut ketika diberi kabar bahwa ia akan memiliki seorang anak, padahal ia tidak pernah disentuh oleh seorang laki-laki dan bukan seorang pezina. Malaikat Jibril pun menjelaskan bahwa hal tersebut adalah kehendak Allah dan merupakan tanda kebesaran-Nya bagi manusia serta sebagai bentuk rahmat dari-Nya (QS 19:20-21).

Nabi Isa lahir melalui proses yang luar biasa, sebagai bagian dari ketetapan Allah. Setelah kelahirannya, ia dikaruniai berbagai mukjizat, seperti menyembuhkan orang buta, menyembuhkan penderita kusta, dan bahkan menghidupkan orang mati. Dalam ajaran Islam, semua keajaiban yang dilakukan oleh Nabi Isa terjadi atas izin dan kehendak Allah.

Baca Juga

Bacaan Surat Maryam Ayat 1-16 untuk Ibu Hamil Beserta Tata Caranya

Sebagai seorang Rasul, Nabi Isa membawa banyak mukjizat yang menjadi bukti kekuasaan Allah di dunia. Al-Qur’an menegaskan bahwa ia adalah seorang nabi dan utusan Allah. Bahkan, ia disebut sebagai Al-Masih atau Mesias, sebagaimana yang juga dikenal dalam ajaran Kristiani. Hal ini dijelaskan dalam firman Allah yang berbunyi, "Wahai Maryam! Sesungguhnya Allah menyampaikan kabar gembira kepadamu tentang sebuah kalimat dari-Nya, yaitu seorang putra bernama Al-Masih Isa putra Maryam. Ia terkemuka di dunia dan di akhirat serta termasuk orang-orang yang didekatkan kepada Allah” (QS 3:45).

Istilah Mesias berasal dari bahasa Ibrani Ha-Mashiach, yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani sebagai Christos. Banyak yang mengira bahwa hanya umat Kristiani yang meyakini Isa sebagai Kristus, tetapi dalam Islam, Nabi Isa juga diakui sebagai Kristus yang diutus oleh Allah untuk menjalankan misi tertentu.

Dalam perspektif Islam, Nabi Isa melanjutkan tugas para nabi sebelumnya dengan menyampaikan ajaran tauhid atau keesaan Allah. Ia menyerukan umatnya untuk beribadah hanya kepada Allah dan mengikuti hukum-hukum yang telah ditetapkan, meskipun terdapat beberapa perubahan dalam ajaran yang dibawanya.

Nabi Isa juga menegaskan bahwa dirinya membenarkan ajaran Taurat yang telah ada sebelumnya. Namun, ia juga membawa sejumlah perubahan terhadap beberapa ketentuan hukum. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an, “Dan sebagai seorang yang membenarkan Taurat yang datang sebelumku, dan agar aku menghalalkan bagi kamu sebagian dari yang telah diharamkan untukmu. Dan aku datang kepadamu membawa suatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu. Karena itu, bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku” (QS 3:50).

Dengan demikian, Nabi Isa tetap mengikuti sebagian hukum yang ada dalam Taurat, tetapi juga membatalkan atau memodifikasi beberapa di antaranya sesuai dengan wahyu yang diterimanya. Ajaran yang dibawanya tetap berpegang teguh pada konsep tauhid, sebagaimana para nabi sebelumnya.

Dalam ajaran Islam, Nabi Isa dihormati sebagai utusan Allah yang memiliki tugas khusus dalam menyampaikan risalah-Nya kepada umat manusia. Keberadaannya dalam sejarah Islam bukan hanya sebagai seorang nabi, tetapi juga sebagai sosok yang akan memiliki peran penting pada akhir zaman sesuai dengan kepercayaan dalam eskatologi Islam.

Nabi Isa tetap menjadi salah satu figur yang sangat dihormati dalam Islam. Kisahnya dalam Al-Qur’an memberikan banyak pelajaran tentang keimanan, ketakwaan, dan ketaatan kepada Allah. Ia diutus untuk mengingatkan manusia agar selalu beribadah hanya kepada Allah dan mengikuti ajaran yang telah ditetapkan oleh-Nya.

Baca Juga

Kisah Nabi Isa Mengadu kepada Allah karena Yajuj dan Majuj

(wid)

Read Entire Article
Politics | | | |