REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Badan Pangan Nasional (Bapanas) menilai kenaikan harga cabai di sejumlah pasar dipicu faktor cuaca, terutama intensitas hujan yang mengganggu proses panen, bukan akibat kekurangan produksi. Bapanas memastikan produksi cabai masih melimpah dan mencukupi kebutuhan.
Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa mengatakan, fluktuasi harga terjadi karena pasokan harian ke pasar sangat bergantung pada kondisi panen di sentra produksi. Saat hujan turun, aktivitas petik cabai terhambat sehingga pasokan harian berkurang dan harga bergerak naik dalam waktu singkat.
“Secara produksi sangat banyak, kami koordinasi dengan Kementerian Pertanian. Barangnya ada, produksinya banyak. Begitu hujan, metiknya tidak ada,” ujar Ketut di Jakarta, Rabu (24/12/2025).
Ia menjelaskan, dukungan pasokan terus dilakukan untuk meredam kenaikan harga. Pemerintah mendorong distribusi cabai dari daerah surplus, termasuk pasokan sekitar 40 ton cabai dari Bener Meriah, Aceh, ke wilayah konsumsi.
Masuknya tambahan pasokan tersebut mulai tercermin pada pergerakan harga. Dari pantauan lapangan, harga cabai yang sebelumnya menyentuh Rp80 ribu per kilogram mulai turun ke kisaran Rp40 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram di sejumlah pasar.
“Sekarang sudah mulai turun. Ada yang Rp40 ribu, Rp50 ribu. Rata-rata harganya sudah bergerak turun dengan dukungan pasokan,” kata Ketut.
Ia menambahkan, karakter cabai yang mudah rusak membuat harga sangat sensitif terhadap perubahan cuaca. Saat hujan mereda, pasokan kembali meningkat dan harga cenderung menyesuaikan ke bawah.
Bapanas juga mengingatkan masyarakat untuk melihat pergerakan harga cabai secara periodik. Dalam satu tahun, harga cabai pernah berada di level rendah di kisaran Rp20 ribu hingga Rp25 ribu per kilogram, sehingga lonjakan sesaat perlu dilihat dalam konteks rata-rata tahunan.
“Cabai itu sangat perishable. Kalau dirata-ratakan dalam satu tahun, masyarakat tetap dapat harga di rentang acuan,” ucap Ketut.
Menjelang Natal dan Tahun Baru, Bapanas memastikan koordinasi dengan Kementerian Pertanian, pemerintah daerah, dan pelaku distribusi terus diperkuat agar pasokan dari sentra produksi ke pasar konsumsi tetap lancar dan fluktuasi harga dapat diredam. Pemerintah berharap cuaca yang membaik akan mendorong penurunan harga cabai secara bertahap dalam waktu dekat.

4 weeks ago
26















































