Farabi El Fouz Soroti Potensi Lonjakan Kasus Campak di Jabar Jelang Mudik

1 hour ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG - Anggota Komisi V DPRD Jabar Farabi El Fouz menyoroti potensi lonjakan kasus Campak di Jawa Barat menjelang arus mudik Idulfitri 2026. Ia mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat mobilitas warga yang tinggi saat lebaran berpotensi mempercepat penularan dan penyebaran penyakit menular tersebut.

Farabi yang juga dikenal sebagai praktisi ilmu kesehatan anak menilai peningkatan jumlah kasus campak perlu menjadi perhatian serius seluruh pihak, baik pemerintah daerah maupun masyarakat.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Jawa Barat, kasus campak pada 2025 mencapai 1.785 kasus atau meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat 271 kasus. Sementara itu, pada periode Januari hingga Februari 2026 sudah tercatat 252 kasus.

Menurut Farabi, kondisi tersebut menunjukkan bahwa penularan campak masih menjadi ancaman nyata, terutama bagi anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi secara lengkap. Apalagi, momentum mudik Lebaran biasanya diikuti dengan pergerakan masyarakat secara masif serta pertemuan keluarga dalam jumlah besar.

“Mobilitas masyarakat saat mudik sangat tinggi. Ini tentu meningkatkan potensi penularan penyakit menular, termasuk campak. Karena itu, kewaspadaan harus ditingkatkan,” ujar Farabi kepada Republika.co.id, Jumat (13/3/26).

Ia menegaskan langkah pencegahan paling efektif adalah memastikan anak-anak mendapatkan imunisasi campak secara lengkap hingga dosis kedua. Imunisasi, kata dia, terbukti mampu menurunkan risiko penularan sekaligus melindungi anak dari dampak serius penyakit tersebut.

Selain imunisasi, Farabi juga mengingatkan pentingnya penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat diimbau untuk rajin mencuci tangan menggunakan sabun, menjaga kebersihan lingkungan, serta menggunakan masker apabila mengalami gejala sakit dan penerapan 5M sesuai new normal saat covid-19 terbukti efektif dalam pencegahan penularan penyakit campak.

“Jika ada gejala seperti demam disertai ruam pada kulit, masyarakat sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Deteksi dini sangat penting untuk penanganan penyakit dan mencegah penularan lebih luas,” katanya.

Farabi berharap pemerintah daerah bersama tenaga kesehatan terus memperkuat upaya sosialisasi dan pelaksanaan imunisasi, termasuk melalui program imunisasi kejar di berbagai wilayah. Dengan langkah tersebut, diharapkan penyebaran campak dapat dikendalikan sehingga masyarakat dapat menjalani mudik dan merayakan Idul fitri dengan aman dan sehat. 

Read Entire Article
Politics | | | |