REPUBLIKA.CO.ID, KUNINGAN, – Pemerintah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, meresmikan Balai Edukasi dan Ekosistem Kuningan (BEEK) di Gedung Graha Wangi, Sabtu (tanggal acara). Kehadiran BEEK bertujuan untuk memperkuat ekosistem budaya dan menyediakan ruang kreatif berbasis cagar budaya di daerah tersebut.
Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, menyatakan bahwa Graha Wangi merupakan warisan bersejarah yang harus dijaga, dirawat, dan dimanfaatkan bersama. Peresmian ini dilakukan bersama Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) RI dan dirangkaikan dengan peringatan satu tahun aktivitas kreatif Yayasan Tulisan dan Gambar (Tudgam).
Tuti menekankan pentingnya memanfaatkan cagar budaya sebagai ruang publik, sesuai dengan amanat Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan. BEEK diharapkan dapat menjadi wadah bagi art collective compound yang menampung berbagai inisiatif kreatif dengan melibatkan seniman serta komunitas budaya setempat.
Pemanfaatan bangunan heritage sebagai ruang publik seni menunjukkan bahwa pembangunan daerah bertumpu pada infrastruktur fisik, penguatan karakter, serta kebudayaan. "Kehadiran BEEK menjadi ikhtiar kolektif untuk menyediakan ruang ekspresi dan laboratorium kreativitas," tambahnya.
Keberadaan ruang kreatif ini dinilai penting untuk mendorong literasi budaya dan membuka peluang pengembangan ekonomi kreatif berbasis komunitas. Pemkab Kuningan berkomitmen mendukung pelaku dan komunitas seni melalui kolaborasi program serta penyediaan ruang berkegiatan yang berkelanjutan.
Ia berharap keterlibatan Kemenbud dapat memperkuat sinergi antara pusat dan daerah dalam pelestarian budaya lokal dan pengembangan fasilitas publik berbasis seni.
Sementara itu, Judi Wahjudin, Sekretaris Ditjen Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan (PPPK) Kemenbud RI, menilai pemanfaatan cagar budaya sebagai ruang kreatif merupakan praktik baik yang perlu diperluas.
Menurutnya, kebudayaan adalah bidang profesi yang perlu diperkuat melalui kebijakan, dukungan program, dan akses ruang yang memadai. "Pelaku kebudayaan membutuhkan ruang. Cagar budaya tidak cukup hanya dilestarikan, tetapi juga harus dimanfaatkan agar hidup dan memberi dampak sosial maupun ekonomi," ujar Judi.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

2 hours ago
1















































