Wakil Menteri Haji Dahnil Anzar Simanjuntak menunjukkan informasi terkait fasilitas tenda jamaah calon haji Indonesia di Mina, Makkah, Arab Saudi, Sabtu (23/5/2026) waktu setempat. Kementerian Haji dan Umrah mengecek secara langsung kesiapan layanan akomodasi di tenda Mina serta akses jalur pergerakan jamaah menuju Jamarat guna menjamin kelancaran dan kenyamanan saat puncak ibadah haji.
REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH -- Indonesia tak mendapatkan penghargaan Labbaytum Award dari Arab Saudi pada penyelenggaraan haji tahun ini. Penghargaan ini merupakan apresiasi Arab Saudi bagi negara yang unggul dalam manajemen penyelenggaraan haji.
Terkait hal ini, Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak membeberkan pandangan kritis dari Wamenhaj Arab Saudi mengenai isu penghargaan (award) perhajian internasional yang kerap memicu perdebatan di publik.
Dahnil mengatakan, menurut pihak Saudi, metode penilaian penghargaan tersebut cenderung subjektif dan tidak mencerminkan realitas beban kerja yang setara di lapangan (not apple to apple).
Ketidakadilan indikator penilaian terlihat dari kecenderungan pemberian penghargaan yang lebih dominan menyasar negara-negara dengan kuota jemaah kecil. Sebaliknya, tantangan masif yang dihadapi negara dengan basis jamaah terbesar di dunia justru kerap terabaikan dalam sistem pemeringkatan tersebut.
"Negara-negara dengan basis jamaah terbesar seperti Indonesia, India, dan Pakistan justru tidak masuk dalam award itu. Namun, yang jelas Pemerintah Arab Saudi sangat mengapresiasi perubahan signifikan yang dilakukan Indonesia," kata Dahnil.
Dahnil mengatakan itu usai pertemuan dengan Wakil Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Dr Fatah Al-Mashat saat melakukan kunjungan mendadak ke Kantor Daerah Kerja (Daker) Makkah, Kamis 6/6/2026). Pertemuan ini untuk membahas peningkatan kualitas pelayanan jamaah sekaligus mengurai kepadatan di wilayah Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina).

1 hour ago
13

















































