Blok Ganal Hadapi Tantangan Tinggi dalam Pengembangan Migas

7 hours ago 12

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Muhammad Kholid Syeirazi menyoroti tantangan besar yang dihadapi dalam pengembangan Blok Ganal, bagian dari Indonesia Deepwater Development (IDD). Proyek ini dikenal memiliki tingkat kesulitan yang tinggi, baik dari segi teknologi maupun pendanaan.

Menurut Kholid, pada Senin di Jakarta, jika badan usaha milik daerah (BUMD) mendapatkan hak participating interest (PI), mereka akan kesulitan memenuhi kebutuhan dana yang sangat besar. Proyek IDD membutuhkan investasi yang besar serta teknologi canggih, yang membuatnya menjadi tantangan bagi BUMD.

Kholid menjelaskan bahwa BUMD dalam skema PI tidak berperan sebagai operator. Sebaliknya, mereka hanya menerima manfaat dari kegiatan hulu migas dengan menyetor ekuitas, yang juga menuntut modal besar dan tidak mudah dalam pelaksanaannya.

"Jika BUMD diberikan hak PI di Blok Ganal, hal ini bisa menjadi masalah bagi daerah tersebut. Proyek ini bersifat capital intensive, berteknologi tinggi, dan berisiko tinggi. Investasi yang dibutuhkan juga besar, sehingga biasanya menjadi masalah," ujar Kholid.

Meski demikian, aturan yang ada mengatur agar daerah dengan PI 10 persen bisa mendapatkan dukungan dari kontraktor. Dukungan ini berupa pembiayaan awal yang kemudian dipotong dari bagian BUMD setelah mencapai pay off, yang biasanya terjadi dalam enam tahun pertama.

Peluang untuk BUMN

Kholid juga menyebutkan kemungkinan lain, yaitu penawaran kepada BUMN yang memiliki kemampuan finansial lebih tinggi untuk terlibat dalam proyek ini. Hal ini dipertimbangkan mengingat risiko teknis dan modal besar dalam kegiatan hulu migas lepas pantai.

Menurutnya, kemungkinan pemberian PI tetap ada, tergantung pada keputusan operator, ENI dan Sinopec, apakah mereka akan menjual bagian interestnya (farm out) atau tidak. "Jika ada bagian share yang ingin dilepas, itu mungkin dapat menjadi strategi terbaik sehingga Pertamina sebagai BUMN tidak menanggung risiko eksplorasi," katanya.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur telah meminta hak pengelolaan melalui skema PI atas temuan cadangan migas raksasa di Blok Ganal. Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim, Bambang Arwanto, menyatakan pemerintah daerah akan mengajukan permohonan keterlibatan meskipun lokasi sumur berada di luar batas kewenangan daerah.

Cadangan migas ini ditemukan di Sumur Geliga dan Sumur Gula, dengan potensi cadangan lebih dari tujuh triliun kaki kubik gas dan sekitar 375 juta barel minyak.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Politics | | | |