Petugas memasang patok beton menggunakan alat berat di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Malang, Jawa Timur, Ahad (17/5/2026). Hingga awal Mei 2026, pembangunan di kawasan Kaldera Tengger untuk standardisasi keamanan serta meningkatkan kenyamanan bagi wisatawan tersebut telah mencapai pembersihan lahan seluas lebih dari 21.000 meter persegi serta pemasangan sekitar 750 patok pembatas kawasan yang ditargetkan selesai pada Oktober 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tekanan biaya operasional membuat pelaku industri tambang mulai mencari cara menekan konsumsi bahan bakar di lapangan. Penggunaan alat berat yang boros solar kini menjadi salah satu tantangan utama di tengah ketidakpastian global dan fluktuasi industri mineral serta batu bara.
PT Andalan Artha Primanusa (Andalan) menjadi salah satu perusahaan yang mulai mempercepat peremajaan armada alat berat untuk meningkatkan efisiensi energi operasional tambang. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga produktivitas sekaligus menekan biaya operasional perusahaan.
Direktur Utama PT Andalan Artha Primanusa, Gahari Christine, mengatakan industri tambang saat ini menghadapi tantangan berat akibat situasi geopolitik global dan naiknya biaya operasional di lapangan. Karena itu, menurut dia, perusahaan tambang dituntut lebih adaptif dalam menjaga efisiensi operasional tanpa mengganggu produktivitas.
“Peremajaan armada baru terbukti membantu meningkatkan efisiensi konsumsi bahan bakar,” ujar Gahari dalam keterangan, Selasa (19/5/2026).
Selain mengganti armada, perusahaan juga mulai lebih selektif memilih proyek baru untuk menjaga kesehatan bisnis di tengah kondisi industri yang fluktuatif. Di tengah tekanan tersebut, Andalan tetap mencatat kinerja positif pada 2025. Perseroan membukukan margin EBITDA sebesar 39 persen dengan nilai Rp145,4 miliar, meski industri tambang sempat dibayangi cuaca ekstrem dan gangguan operasional.
Tak hanya di sektor batu bara, perusahaan juga mulai melakukan diversifikasi ke tambang nikel setelah memperoleh proyek di Halmahera Timur, Maluku Utara. Langkah ini dilakukan untuk memperluas pasar sekaligus menjaga keberlanjutan bisnis di tengah perubahan industri energi dan pertambangan.

3 hours ago
6

















































