BMKG Beri Peringatan Cuaca Ekstrem di Jabar Sepekan ke Depan

2 hours ago 4

Warga menggunakan rakit stirofoam melewati banjir di Desa Karangligar, Telukjambe, Karawang, Jawa Barat, Senin (19/1/2026). Berdasarkan data BPBD Karawang, banjir yang dipicu curah hujan tinggi serta meluapnya Sungai Sungai Citarum dan Sungai Cibeet berdampak kepada 6.596 warga di 13 kecamatan.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi hujan sedang hingga sangat lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang di wilayah Jawa Barat dalam sepekan ke depan dari 23 hingga 29 Januari 2026. Kepala BMKG Stasiun Bandung Teguh Rahayu mengatakan kondisi tersebut dipengaruhi oleh beberapa fenomena dinamika atmosfer, di antaranya pada skala global indeks Enso di wilayah Nino 3.4.

"Kondisi ini didukung oleh suhu muka laut yang relatif hangat di sekitar perairan Indonesia, yang berperan sebagai sumber suplai uap air ke wilayah Jawa Barat," kata Teguh di Bandung, Jumat (23/1/2026).

Oleh karena itu, ia meminta masyarakat khususnya di wilayah Jabar untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem dalam sepekan ke depan. Teguh menjelaskan kondisi labilitas atmosfer yang berada pada kategori labil ringan hingga kuat juga turut mengindikasikan adanya peluang pertumbuhan awan konvektif pemicu cuaca ekstrem.

Berdasarkan hasil analisis model cuaca global hingga lokal dan data observasi, BMKG menyimpulkan potensi hujan lebat dan angin kencang dapat terjadi dalam durasi singkat di sejumlah wilayah di Jabar. Teguh mengatakan pihaknya juga mengeluarkan beberapa rekomendasi kepada masyarakat dan pemerintah daerah terkait potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, longsor, dan pohon tumbang.

“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada dan memperbarui informasi cuaca resmi dari BMKG. Pahami potensi bencana di lingkungan sekitar dan segera lakukan langkah pengurangan risiko,” katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, dalam menghadapi masa peralihan musim kemarau ke musim hujan tahun ini masyarakat diminta mewaspadai potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat, angin kencang, dan kilat yang mungkin terjadi secara tiba-tiba.

“Masyarakat diharapkan mengenali potensi bencana di lingkungannya dan mulai memahami cara mengurangi resiko bencana tersebut, misalnya dengan tidak membuang sampah sembarangan, bergotong royong menjaga kebersihan dan menata lingkungan sekitarnya,” katanya.

sumber : Antara

Read Entire Article
Politics | | | |